Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Piala Dunia 2026: Kolombia Kerja Keras Tumbangkan Uzbekistan
Advertisement . Scroll to see content

Thomas Tuchel Tiru Cara Sir Alex Ferguson, Rahasia Inggris Bangkit dan Bungkam Kroasia

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00:00 WIB
Thomas Tuchel Tiru Cara Sir Alex Ferguson, Rahasia Inggris Bangkit dan Bungkam Kroasia
Thomas Tuchel menuai pujian usai hairdryer treatment di jeda laga yang mengantar Inggris menang 4-2 atas Kroasia di Piala Dunia. (Foto: The Sun)
Advertisement . Scroll to see content

ARLINGTON, iNews.id Thomas Tuchel langsung jadi bahan pembicaraan fans Inggris usai menerapkan “hairdryer treatment” kepada para pemain saat jeda laga melawan Kroasia di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Metode keras ala Sir Alex Ferguson itu dinilai menjadi kunci kebangkitan Inggris yang akhirnya menang 4-2 di Arlington, Texas.

Timnas Inggris membuka kampanye Piala Dunia dengan kemenangan penting atas rival lama Kroasia. Meski tampil cukup menjanjikan di babak pertama, Inggris harus masuk ruang ganti dengan skor imbang setelah gol penyeimbang Petar Musa.

Perubahan drastis terlihat usai turun minum. Inggris hanya butuh 90 detik di babak kedua untuk kembali unggul lewat gol Jude Bellingham. Momentum itu mengubah arah pertandingan secara total.

Keunggulan Inggris kemudian dipastikan oleh pemain pengganti Marcus Rashford yang mencetak gol keempat lima menit sebelum laga berakhir. Gol tersebut menutup kemenangan meyakinkan Inggris dengan skor 4-2.

Reaksi Fans dan Evaluasi Tim

Transformasi Inggris di babak kedua langsung memicu reaksi fans di media sosial. Seorang penggemar menulis di X, “Babak kedua jauh lebih baik! Sepertinya Tuchel mengeluarkan hairdryer saat jeda.”

Pendapat serupa datang dari fans lain. “Hairdryer treatment dari Tuchel di jeda benar-benar mengesankan, babak kedua luar biasa,” tulis seorang pengguna. Ada juga yang berkomentar, “Thomas Tuchel menarik hairdryer di babak kedua untuk pemain #England,” serta, “Salut dengan hairdryer treatment Tuchel saat jeda.”

Kritik keras sebenarnya sudah muncul sebelum babak kedua dimulai. Asisten pelatih Inggris Anthony Barry memberikan penilaian tajam saat berbicara kepada ITV di jeda pertandingan.

“Babak pertama berjalan rumit dan membingungkan bagi kami,” ujar Barry.

“Saya melihat banyak energi gugup di awal laga. Itu mungkin bisa diterima dan mungkin juga wajar pada pertandingan pembuka Piala Dunia,” lanjutnya.

“Setelah itu kami membuat beberapa keputusan saat pikiran tidak benar-benar bebas, bermain panjang ketika seharusnya pendek, dan bermain pendek ketika seharusnya panjang. Kami tidak bermain menembus celah, sehingga tidak bisa mempercepat permainan seperti yang kami inginkan,” ucap Barry.

“Penalti seharusnya bisa membebaskan kami dan membuat permainan kembali seperti identitas kami, tetapi kami justru kembali ke pola yang ragu. Kami memang selalu bisa mengandalkan bola mati dan kembali mencetak gol kedua, tetapi kemudian kebobolan lagi. Semua itu perlu dibahas saat jeda,” katanya.

Setelah laga usai, pujian datang dari mantan kapten Inggris Wayne Rooney. Rooney menilai keberanian Tuchel dalam melakukan pergantian pemain menjadi faktor penentu.

“Saat saya melihat Rashford, Bukayo Saka, dan Morgan Rogers masuk, saya langsung suka dengan keputusan itu,” kata Rooney sebagai pundit BBC.

“Saya menyukai sikap positif Thomas Tuchel. Jika Inggris memilih bertahan dan menunggu Kroasia, pertandingan bisa menjadi tegang. Keputusan itu berani dan menunjukkan dia ingin memenangkan laga,” lanjutnya.

“Masuknya Djed Spence, lalu keempat pemain tersebut terlibat dalam proses gol, menurut saya itu luar biasa,” tutup Rooney.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut