Timnas Iran Rugi Besar jika Boikot Piala Dunia 2026, Kehilangan Rp176 Miliar
Jika Iran mundur atau dinyatakan tidak dapat berpartisipasi, regulasi FIFA menyebut posisi tersebut akan digantikan oleh tim alternatif yang ditunjuk, biasanya runner-up langsung dari playoff kualifikasi terkait atau tim nonlolos dengan peringkat tertinggi dari konfederasi yang sama.
Situasi ini membuka peluang bagi Uni Emirat Arab atau Irak untuk mendapat tiket. Irak sebelumnya mengalahkan Uni Emirat Arab untuk melaju ke playoff antar-konfederasi dan dijadwalkan tampil di Meksiko pada 31 Maret, kondisi yang bisa menyulitkan FIFA terkait tenggat waktu keputusan.
Regulasi FIFA terkait penarikan diri menyatakan badan sepak bola dunia tersebut akan mengambil keputusan sepenuhnya berdasarkan kebijakan internal dan langkah yang dianggap perlu.
Menurut laporan Associated Press, jika Iran mundur, mereka akan kehilangan minimal 10,5 juta dolar AS atau sekitar Rp176 miliar. Rinciannya terdiri atas 9 juta dolar AS atau sekitar Rp151 miliar untuk tim yang tersingkir di fase grup, serta 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp25 miliar untuk biaya persiapan.
Selain itu, denda tambahan sebesar 321.000 dolar AS atau sekitar Rp5,4 miliar bisa dijatuhkan jika penarikan dilakukan kurang dari 30 hari sebelum turnamen dimulai. Jika keputusan mundur dibuat lebih dari 30 hari sebelum kick-off, dendanya meningkat menjadi 642.000 dolar AS atau sekitar Rp10 miliar.
Dengan risiko finansial yang sangat besar dan situasi geopolitik yang belum stabil, keputusan Iran terkait partisipasi di Piala Dunia 2026 akan menjadi sorotan dunia dalam waktu dekat.
Editor: Reynaldi Hermawan