Usai Kalahkan Parma, Fabregas Sebut Sukses Como Belajar dari Arsenal
COMO, iNews.id – Pelatih Como FC, Cesc Fabregas, menyebut kemenangan timnya atas Parma menjadi respons penting setelah menjalani pertandingan bersejarah di Liga Champions. Dia mengaku mulai melihat potensi besar timnya dengan belajar dari pengalaman Arsenal.
Como berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Parma dalam laga kandang perdana Serie A musim ini, Senin (14/9/2026) malam WIB. Hasil tersebut terasa spesial karena terjadi hanya beberapa hari setelah Como mencatat sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di Liga Champions.
Sebelumnya, Como tampil luar biasa dengan mengalahkan RB Leipzig 4-1 dalam laga debut mereka di kompetisi elite Eropa. Namun, Fabregas menyadari tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi setelah menguras energi di Liga Champions.
Fabregas melakukan sejumlah rotasi pemain saat menghadapi Parma. Keputusan tersebut membuahkan hasil karena pemain pengganti mampu memberikan kontribusi positif dan menjaga level permainan tim.
"Beberapa pemain sangat lelah, kami melakukan beberapa perubahan, dan saya menyukai cara pemain lain yang masuk dari bangku cadangan memberikan dampak," ujar Fabregas, dikutip dari Football Italia.
"Ini adalah respons penting bagi tim karena saya bisa mengandalkan semua pemain. Saya sangat senang dengan performa ini. Ini adalah kemenangan penting bagi saya sebagai pelatih karena saya mulai menyadari tim seperti apa yang bisa kami bangun," kata dia.
Fabregas menilai Como masih dalam tahap membangun identitas permainan. Menurut dia, banyak perubahan yang terjadi dalam skuad musim ini sehingga membutuhkan waktu untuk menemukan keseimbangan.
Dia menyoroti efektivitas serangan Como yang harus terus diperbaiki. Fabregas menyebut timnya sempat menciptakan banyak peluang, tetapi belum semuanya berujung gol.
"Kami menghadapi banyak dinamika baru musim ini. Ketika Anda memiliki 31 tembakan ke gawang dan hanya mencetak satu gol, Anda tahu lawan akan mengubah sesuatu untuk memperkuat pertahanan mereka dan Anda berisiko kebobolan," ujar Fabregas.
Dalam pertandingan melawan Parma, Fabregas juga melihat perkembangan pemain baru, termasuk Kaiki yang berhasil mencetak gol. Bek asal Brasil itu dinilai memiliki kualitas yang bisa membantu Como.
"Dia sudah pernah bermain untuk tim nasional Brasil, jadi dia memiliki banyak kualitas dan akan sangat membantu kami. Dia benar-benar menikmati bertahan dan itu terlihat hari ini," tutur Fabregas.
Pelatih asal Spanyol tersebut kemudian mengungkap pengaruh Arsenal dalam membangun Como. Saat masih menjadi pemain The Gunners, Fabregas melihat bagaimana kontribusi pemain belakang dan bola mati bisa menjadi pembeda dalam meraih kesuksesan.
"Dalam sepak bola modern, sangat penting memiliki bek yang mencetak gol. Arsenal memenangkan Premier League sebagian besar melalui gol dari pemain bertahan dan situasi bola mati. Jika kami bisa menambahkan hal itu dalam kemampuan kami, itu akan menjadi keuntungan," ucap Fabregas.
Kemenangan atas Parma juga memiliki arti penting bagi Fabregas dari sisi mental pemain. Dia ingin melihat bagaimana skuad Como merespons setelah pertandingan besar di Liga Champions.
"Perayaan saya menunjukkan pentingnya pertandingan ini. Bagi saya penting melihat apa yang terjadi dalam pikiran para pemain setelah pertandingan Liga Champions," kata Fabregas.
Menurut Fabregas, Como harus mampu menjaga fokus selama 90 menit jika ingin bersaing di level tertinggi. Dia menilai kehilangan konsentrasi dalam waktu singkat bisa membuat pertandingan berubah.
"Jika kami tidak memiliki 40 menit dengan level permainan yang tepat, semuanya akan menjadi sangat sulit," ujar dia.
Dalam laga tersebut, Moise Kean juga mendapatkan kesempatan menjadi starter setelah bergabung dari Fiorentina. Dia menggantikan posisi Tasos Douvikas di lini depan Como.
Fabregas menilai Kean masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya bermain Como. Namun, dia yakin striker tersebut bersama Douvikas bisa menjadi kekuatan penting di lini depan.
"Douvikas bukan pemain yang sama seperti ketika pertama datang, dan hal yang sama akan terjadi pada Kean. Tim ini meminta hal berbeda dibandingkan yang biasa dia lakukan, sehingga membutuhkan waktu dan kerja keras," ujar Fabregas.
Dengan kemenangan atas Parma dan pengalaman tampil di Liga Champions, Fabregas mulai melihat arah perkembangan Como. Dia berharap timnya terus berkembang dan mampu menjadi kekuatan baru di sepak bola Italia.
Editor: Abdul Haris