Usai Timnas Indonesia Terpuruk di Piala AFF 2026, PSSI Kirim Pesan Tegas untuk Suporter
PSSI melalui Ketua Umum Erick Thohir dan Sekretaris Jenderal Yunus Nusi menyampaikan keprihatinan atas ujaran kebencian serta ancaman yang menyasar Justin Hubner dan keluarganya. PSSI juga meminta publik tetap memberikan kritik secara sportif tanpa menyerang pribadi pemain maupun pelatih.
“Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Namun, evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian. Pemain boleh dikritik secara sportif, tetapi martabat dan keselamatan mereka—termasuk keluarga—harus tetap dihormati. Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian," ujar Yunus Nusi di Jakarta pekan lalu.
Dukungan kepada pemain bukan berarti menutup ruang kritik. Kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi, tetapi harus diarahkan pada permainan, keputusan, dan proses yang bisa diperbaiki, bukan menjadi serangan pribadi di ruang digital.
Momentum kebangkitan sepakbola Indonesia akan hadir melalui bergulirnya musim kompetisi I.League 2026-2027, terutama Super League dan Championship 2026-2027 yang dijadwalkan dimulai pada 4 dan 11 September 2026.
Kompetisi domestik menjadi ruang bagi pemain untuk kembali membangun kepercayaan diri, meningkatkan performa, dan memperjuangkan tempat di Timnas Indonesia. Klub-klub juga membutuhkan dukungan positif dari suporter agar pembinaan, regenerasi, dan persaingan sehat dapat berjalan sepanjang musim.