Van Nistelrooy Pernah Buat Cristiano Ronaldo Menangis, Ini Kisahnya

Reynaldi Hermawan ยท Minggu, 05 April 2020 - 17:45 WIB
Van Nistelrooy Pernah Buat Cristiano Ronaldo Menangis, Ini Kisahnya

Ruud Van Nistelrooy & Cristiano Ronaldo (Foto: Team Talk)

MANCHESTER, iNews.id – Hubungan pertemanan antara Ruud van Nistelrooy dengan Cristiano Ronaldo tak selamanya berjalan manis. Pada 2005 lalu, Ronaldo sempat kesal dengan seniornya di Manchester United (MU) tersebut.

Suatu ketika Ronaldo sedang terpuruk karena sang ayah, Jose Dinis Aveiro meninggal dunia akibat penyakit liver. Nistelrooy yang bermaksud menghibur justru membuat Ronaldo jadi menangis. Kala itu, pemain asal Belanda mengatakan bahwa Ronaldo bisa menemukan sosok ayah baru pada diri Carlos Queiroz, asisten pelatih Sir Alex Ferguson.

Tapi Ronaldo tidak terima dengan ucapan itu. Dia sakit hati dan kisah ini diceritakan oleh rekan keduanya, Louis Saha.

“Ruud memang memiliki ego semacam itu. Dia kadang ingin punya andil di semua masalah. Apakah Ruud membuat Ronaldo menangis? Ya, mereka bertengkar setelah ayah Cristiano meninggal. Itu bukan momen yang tepat,” kata Saha kepada FourFourTwo.

“Hal-hal seperti itu terjadi ketika dua pemain memiliki banyak ambisi dalam dirinya. Tapi saya yakin Ruud menyesali kata-katanya,” ujar striker yang memperkuat MU dari 2004-2008.

Nistelrooy ditegur Ferguson akibat sikapnya itu. Kabarnya dia sudah minta maaf kepada Ronaldo tapi ditolak. Karena situasinya tak lagi menyenangkan, Nistelrooy akhirnya pindah ke Real Madrid di musim panas 2006.

Ronaldo memang begitu mencintai sang ayah. September tahun lalu, striker Juventus itu melihat video yang menampilkan ayahnya sedang mengungkapkan rasa syukur karena memiliki anak seperti CR7. Momen itu terjadi saat dia diwawancarai Piers Morgan di ITV. Dia pun tersentuh dan tak kuasa menahan tangis.

“Saya tidak pernah melihat video itu sebelumnya. Saya tidak tahu Anda dapat dari mana. Saya harus mendapat video ini untuk ditunjukkan kepada keluarga,” ucap Ronaldo.

“Saya benar-benar tidak tahu ayah saya 100 persen. Dia seorang pemabuk. Saya tidak pernah berbicara dengannya seperti percakapan normal. Itu sulit,” tuturnya.

Editor : Bagusthira Evan Pratama