Perusahaan Teknologi di Dunia Sepakat Tak Akan Jadikan Robot untuk Perang
JAKARTA, iNews.id - Perusahaan teknologi dunia tidak akan membuat robot perang seperti yang diisukan. Menurut mereka hal tersebut dapat meningkatkan risiko bahaya baru bagi dunia.
Dalam pengumuman resminya, pembuat robot Boston Dynamics dan lima pemimpin industri lainnya memastikan mereka berkomitmen tidak mengejar, atau mengizinkan, persenjataan robot, sesuai dengan surat terbuka tidak mengikat yang telah mereka tanda tangani.
"Kami percaya menambahkan senjata ke robot yang dioperasikan dari jarak jauh atau mandiri, tersedia secara luas untuk umum mampu menavigasi ke lokasi yang sebelumnya tidak dapat diakses meningkatkan risiko bahaya baru dan masalah etika yang serius," kata kelompok itu.
"Aplikasi yang dipersenjatai dari robot berkemampuan baru ini juga akan merusak kepercayaan publik pada teknologi dengan cara yang merusak manfaat luar biasa yang akan mereka bawa ke masyarakat," lanjutnya.
Kelompok tersebut mengutip kekhawatiran publik yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir disebabkan sejumlah kecil orang yang telah mempublikasikan upaya darurat mempersenjatai robot secara komersial.
Untuk itu, kelompok industri berjanji tdak mempersenjatai robot tujuan umum mobilitas canggih atau perangkat lunak mereka kembangkan yang memungkinkan robotika canggih. Mereka juga berjanji tidak akan mendukung orang lain untuk melakukannya.
Mereka pun tidak akan mengizinkan pelanggan mereka mempersenjatai platform apa pun yang mereka jual.
"Kami juga berjanji untuk mengeksplorasi pengembangan fitur teknologi yang dapat mengurangi atau mengurangi risiko ini. Tetapi untuk lebih jelasnya, kami tidak mempermasalahkan teknologi yang ada digunakan negara dan lembaga pemerintah mereka untuk membela diri dan menegakkan hukum mereka," katanya.
Editor: Dani M Dahwilani