Sony Ungkap Kamera A7S III, Ini Keunggulannya

Sindonews ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 22:28 WIB
Sony Ungkap Kamera A7S III, Ini Keunggulannya

Sony Ungkap Kamera A7S III (Foto: Sony)

TOKYO, iNews.id - Sony akhirnya memutuskan merilis kamera baru, A7S III, lima tahun usai pendulunya dirilis. Kamera baru Sony tersebut tengah ditunggu-tunggu penggemar fotografi dan videografi.

Seri A7S pertama kali diluncurkan pada 2014, dengan "S" berdiri untuk sensitivitas. A7S orisinil dan A7S II yang dikeluarkan pada 2015 dirancang untuk menjadi raja absolut dari rentang dinamis dan kinerja cahaya rendah dengan sensor full-frame 12 MP. Namun banyak pengguna mengambil lebih banyak fungsinya untuk kinerja video.

Dengan A7S III, Sony telah sepenuhnya merangkul aspek video yang diinginkan semua orang. Perusahaan juga meningkatkan kemampuan cahaya rendah dan rentang dinamis.

GSM Arena menyebutkan, Sony A7S III memiliki fitur sensor full-frame CMOS EXMOR R CMOS 12 MP terbaru. Kombinasi dari resolusi yang relatif rendah dan ukuran sensor relatif besar inilah yang membuat kamera tersebut sangat bagus dalam pencahayaan rendah. Ada juga prosesor gambar BIONZ XR baru, dengan kekuatan pemrosesan 8x lebih banyak dari A7S II.

Jadi apa yang bisa dilakukan kombinasi keduanya? Sebagai permulaan, kamera memiliki rentang ISO 40-409.600. Sony juga mengklaim jarak berhenti dinamis 15+ yang mengesankan dan pengurangan rana 3x.

Kamera dapat memotret 10fps yang cukup sederhana dalam mode burst tetapi buffer sangat besar, sehingga pengguna dapat memotret hingga 1.000 gambar RAW terkompresi berturut-turut dengan pelacakan AF/AE penuh. A7S III juga dapat memotret gambar dalam format HEIF dengan rentang dinamis lebar (HLG) dan gradasi 10-bit.

Bagaimana dengan kemampuan videonya? Sony menawarkan hingga resolusi 4K pada 120p, 10-bit 4:2:2, perekaman All-Intra dilakukan secara internal. Atau, Anda dapat merekam 4K pada kualitas 60p dalam RAW 16-bit secara eksternal dengan menyambungkan ke HDMI ukuran penuh di samping.

A7S III mendukung S-Gamut, S-Gamut 3, dan S-Gamut3. Profil warna Cine untuk memudahkan mencocokkan warna cuplikan A7S III dengan yang dari kamera bioskop lain. Ada juga format XAVC HS baru dengan codec H.265 untuk efisiensi lebih. Tidak ada batasan waktu untuk merekam dan pemangkasan hanya pada pengaturan maksimum 4K 120p, dengan semua mode lainnya menggunakan lebar penuh sensor.

Untuk membantu dengan video dan stills adalah sistem fokus baru. AF deteksi fase baru menggunakan 759 titik yang mencakup 92% dari sensor gambar. Anda mendapatkan pelacakan waktu nyata dan AF mata waktu nyata untuk mempertahankan kunci pada subjek. Performa AF selalu menjadi titik lemah dengan kamera A7S sebelumnya dengan sistem pendeteksi kontrasnya, sehingga bagus untuk melihat fitur ini sedang dirombak.

A7S III juga mencakup stabilisasi in-body 5-sumbu. Ini berfungsi baik dengan lensa yang memiliki IBIS dan gimbal tetapi sangat berguna untuk lensa tanpa stabilisasi.

Sony juga menyertakan jendela bidik baru pada A7S III. Ini diklaim sebagai EVF pertama di dunia dengan tipe 0,64, 9,4 juta dot panel OLED. Layar 3,0-inci 1,44 juta dot di bagian belakang sekarang merupakan layar sentuh yang sepenuhnya mengartikulasikan, yang pertama untuk kamera Sony A7.

Yang paling penting mungkin adalah Sony telah mengubah seluruh UI-nya (tampilan antarmuka). Hilang sudah sistem horizontal yang berbelit-belit dengan halaman demi halaman menu. Tata letak baru menggunakan desain tab vertikal yang menumpuk di atas yang lain saat Anda turun ke tingkat lain. UI juga sepenuhnya berbasis sentuhan dan sekarang Anda dapat menggunakan layar sentuh untuk memilih dan menggulir menu.

Terakhir, A7S III menggunakan desain slot kartu ganda yang dapat menerima kartu SDXC / SDHC atau CFexpress di setiap slot. Anda dapat memilih untuk merekam video atau gambar ke kedua slot secara bersamaan dan juga dapat menggunakan mode relai untuk menukar satu kartu sementara kamera menulis ke yang lain sehingga pada dasarnya memiliki penyimpanan tak berujung untuk satu file.

Masih ada banyak lagi untuk membahas kamera tersebut, tetapi cukup untuk mengatakan bahwa sejauh ini, kamera itu menjadi salah satu kamera konsumen paling lengkap di pasaran dalam bodi mirrorless yang ringkas. Resolusi 12MP mungkin tidak menggetarkan fotografer profesional untuk memilikinya tetapi harus memadai untuk sebagian besar dan fitur video membuat segala sesuatu yang lain dalam kisaran harga ini menjadi usang.

Jadi berapa harganya? Sony ternyata menjual A7S III di kisaran harga Rp51 jutaan untuk bodinya saja. Kamera baru akan dijual pada bulan September 2020. Bicara harga, kamera ini bisa memberikan Anda kamera kualitas bioskop.

Editor : Dini Listiyani