Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kementan Jelaskan Produksi Beras di Tengah El Nino Berkepanjangan
Advertisement . Scroll to see content

Tanda Awal El Nino Terdeteksi Satelit NASA: Air Hangat di Samudera Pasifik Bergerak ke Timur

Senin, 22 Mei 2023 - 16:04:00 WIB
Tanda Awal El Nino Terdeteksi Satelit NASA: Air Hangat di Samudera Pasifik Bergerak ke Timur
Tanda Awal El Nino Terdeteksi Satelit NASA (Foto: NASA/JPL-Caltech)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - El Nino memasuki fase awal dan kemungkinan berlanjut selama 2023. Rupanya, tanda El Nino terdeteksi dari luar angkasa oleh satelit NASA dan begini penampakannya. 

Berdasarkan visual yang ditampilkan, air hangat di Samudera Pasifik bergerak ke arah timur menuju pantai barat Amerika Selatan pada Maret dan April. Satelit Sentinel-6 Micheal Freilich yang memantau permukaan laut menunjukkan gelombang Kelvin bergerak melintasi Pasifik. 

Tingginya gelombang hanya 5-10 cm, tapi luasnya mencapai ratusan mil. Gelombang semacam ini dianggap sebagai pertanda awal El Nino saat terbentuk di ekuator dan memindahkan lapisan atas air hangat ke Pasifik bagian barat. 

Pada gambar yang diambil Sentinel-6 menunjukkan gelombang Kelvin menggerakkan air hangat ke timur. Lalu menyatukannya di lepas pantai Kolombia, Ekuador, dan Peru. 

"Kami akan menyaksikan El Nino ini seperti elang. Jika ini besar, dunia akan mengalami rekor pemanasan," kata Ilmuwan Proyek NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), Josh Willis, dikutip dari Space. 

Untuk diketahui, El Nino bagian dari siklus iklim El Nino Southern Oscillation (ENSO). Angin timur di khatulistiwa atau disebut angin pasat, akan meniup air permukaan ke arah barat, memindahkan air hangat dari Amerika Selatan menuju Asia. 

Saat air hangat bergerak, maka air yang dingin akan naik menggantikannya. Peristiwa El Nino dikaitkan dengan melemahnya angin pasat yang menyebabkan air hangat terdorong ke timur. Hal inilah yang memberi dampak signifikan pola cuaca di seluruh dunia.

National Atmospheric and Oceanic Administration (NOAA) pada 11 Mei lalu mengatakan kemungkinan 90 persen El Nino akan hadir tahun ini. NOAA juga memprediksi probabilitas El Nino sedang 80 persen terjadi dengan suhu permukaan laut naik 1 derajat celsius. 

Sementara El Nino kemungkinan 55 persen terjadi dengan suhu naik 1,5 derajat celsius. NOAA dan NASA terus memantau perkembangan di Pasifik beberapa bulan mendatang. 

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut