Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sebelum Meninggal Dunia, Vidi Aldiano Ternyata Alami Pneumonia
Advertisement . Scroll to see content

Teknologi Air Purifier Dikembangkan Bisa Cegah Risiko Pneumonia pada Anak

Senin, 04 Mei 2026 - 13:20:00 WIB
Teknologi Air Purifier Dikembangkan Bisa Cegah Risiko Pneumonia pada Anak
Teknologi air purifier dapat membantu menekan risiko pneumonia pada anak di tengah meningkatnya kasus penyakit ini di Indonesia. (Foto: Levoit)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Teknologi air purifier dapat membantu menekan risiko pneumonia pada anak di tengah meningkatnya kasus penyakit ini di Indonesia. Tercatat penderita pneumonia di Indonesia melonjak dari 330 kasus pada 2023, menjadi 1.278 kasus pada 2024.

Memasuki 2025–2026, pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi balita. Penyakit ini bahkan kerap dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena gejalanya yang bisa berkembang cepat tanpa disadari.

Diketahui, pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini rentan terjadi pada anak karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna.

Selain itu, pneumonia juga bisa terjadi berulang jika anak terus terpapar polusi udara, terutama di dalam ruangan. Paparan debu halus (PM2.5), asap rokok, hingga bakteri di udara menjadi faktor yang memperbesar risiko infeksi.

Data menunjukkan, polusi udara dalam ruangan berkontribusi hingga 60 persen terhadap risiko kematian akibat pneumonia pada anak. Hal ini membuat kualitas udara di rumah menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut