Teknologi Air Purifier Ini Bisa Cegah Penyebaran Penyakit

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 08:00 WIB
Teknologi Air Purifier Ini Bisa Cegah Penyebaran Penyakit

Terdapat lima tahap filtrasi udara yang tertanam pada Advance Puriva, sehingga efektif menyaring udara dari virus, bakteri dan partikel berbahaya. (Foto: Advance)

JAKARTA, iNews.id – Partikel udara kotor bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Ini karena berbagai penyebaran penyakit yang disebabkan virus atau bakteri sebagian besar melalui media udara.

Tingginya polusi udara di kota-kota besar membuat warga sulit mendapatkan udara bersih dan sehat. Apalagi saat ini sedang mewabah penyakit pernapasan. Untuk menyaring udara kotor, biasanya masyarakat akan menggunakan air purifier sebagai solusi.

Di tengah kekhawatiran wabah penyakit, perusahaan teknologi kesehatan Advance telah menyempurnakan teknologi air purifier-nya dengan menghadirkan Puriva.

Terdapat lima tahap filtrasi udara yang tertanam di dalamnya, menjadikan Advance Puriva efektif menyaring udara sehingga menciptakan ruang yang sehat.

“Tanpa kita sadari tubuh rentan terpapar virus dan bakteri yang tersebar melalui udara yang kita hirup setiap hari. Advance Puriva mampu menyaring bakteri, virus, asap, debu, tungau, dan partikel berbahaya lainnya. Bahkan, hingga partikel terkecil," ujar Product Manager Advance, Anto dalam keterangan persnya yang dilansir iNews.id, Jumat (14/2/2020).

Hadir dalam dua tipe, yaitu Puriva H1 dan Puriva C1, alat ini mampu membersihkan udara hanya dalam waktu 6 menit. Cakupan area dari alat ini cukup luas, sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Jika ruangan Anda tidak terlalu besar, Anda bisa memilih Puriva H1 yang memiliki ukuran kompak dibandingan pemurni udara lain dengan jangkauan area hingga 25 m2. Sedangkan untuk ruangan lebih besar bisa menggunakan Puriva C1 yang mampu memurnikan udara hingga seluas 96 m2, ” kata Anto.

Alat ini telah hadir di Indonesia. Masing-masing Advance Puriva H1 dibanderol Rp3.298.000 dan Advance Puriva C1 Rp9.098.000.

Editor : Dani Dahwilani