5 Kebiasaan Buruk Menggunakan Smartphone yang Perlu Dihilangkan

Sindonews ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 20:07 WIB
5 Kebiasaan Buruk Menggunakan Smartphone yang Perlu Dihilangkan

Smartphone (Foto: Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Smartphone sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Apalagi smartphone sekarang sudah dapat melakukan apa saja mulai dari bertelepon hingga transaksi.

Ya, kita sudah terbiasa mengandalkan handphone untuk banyak hal dan ini menyeramkan. Elon Musk pernah mengatakan, kita tidak perlu takut menjadi cyborg di masa depan karena kita (cyborg memang) sudah ada.

Intinya adalah, kita mungkin tidak menyadari semua pengaruh buruk yang dilakukan smartphone terhadap kita. Dilansir dari laman Phone Arena, berikut ini adalah lima kebiasaan menggunakan handphone yang harus kita hilangkan.

1. Terus-menerus Melihat Smartphone

Ada banyak penelitian sekarang yang mengaitkan penggunaan ponsel cerdas yang berlebihan dan kecanduan ponsel cerdas dengan berbagai kondisi psikologis. Misalnya, depresi, kecemasan, dan perilaku kompulsif.

Kita tahu, itu mungkin terdengar agak menakutkan. Namun faktanya Anda merasakan ketakutan saat meninggalkan smartphone di rumah. Kecemasan itu tidak normal dan kita harus mengambil beberapa langkah.

Ada berbagai pilihan kesejahteraan digital di sebagian besar ponsel cerdas modern. Cobalah meletakkan ponsel di laci atau tidak terlihat. Beberapa penelitian menemukan orang lebih efisien di tempat kerja ketika mereka tidak dapat melihat perangkat cerdasnya.

2. Mengambil Gambar atau Merekam Video Ketimbang Menikmati Acara

Ponsel cerdas telah berhasil mengganti "pemantik api" di tempat konser. Orang-orang begitu fokus untuk memvalidasi kehadiran mereka di tempat yang asyik seperti konser atau tujuan liburan yang eksotis sehingga mereka gagal menikmatinya.

Kita membayar acara live, lalu mengapa begitu cenderung mengonsumsinya melalui layar smartphone? Letakkan saja ponsel, fokus pada penyanyi, gitaris, rasakan suaranya atau nikmati sinar Matahari aroma laut ketimbang mengabadikannya. Mengapa? Karena sangat mungkin Anda bahkan tidak akan menonton rekaman ini nantinya.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua