Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah, Trump Sebut Dewan Perdamaian Gaza Bisa Gantikan PBB
Advertisement . Scroll to see content

Gara-Gara Virus Korona, Penjualan Smartphone China Turun 50 Persen

Kamis, 12 Maret 2020 - 09:26:00 WIB
Gara-Gara Virus Korona, Penjualan Smartphone China Turun 50 Persen
Penjualan smartphone di China pada Februari 2020 turun lebih dari 50 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. (Foto: Metro)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Virus korona telah memukul industri smartphone di China. Penjualan ponsel di China pada Februari 2020 turun lebih dari 50 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Tercatat, kurang dari 500.000 iPhone dijual di China pada bulan lalu. Ini akibat kekhawatiran virus korona memangkas permintaan dan mengganggu jalur pasokan di negara tersebut.

Dikutip Metro, Kamis (12/3/2020), karena jumlah kasus virus korona meningkat dengan cepat pada Januari lalu, pemerintah China membatalkan pertemuan besar dan perayaan untuk festival Tahun Baru Imlek. Wabah juga mengganggu penjualan smartphone di Negeri Tirai Bambu itu.

Berbicara kepada Reuters, analis Wedbush Daniel Ives mengatakan, meskipun ini adalah waktu yang nervous, mereka mengingatkan permintaan China pada kuartal Maret bukanlah tren. Tapi, peristiwa mengejutkan yang diyakini tidak akan berlangsung lama.

Pada Februari lalu, Apple menutup 42 tokonya di China setelah kekhawatiran terhadap virus korona meningkat. Namun, sekarang hampir semua toko Apple telah dibuka kembali karena kasus di China menyusut ke level terendah sejak Januari.

Dalam sebuah surat kepada investor, CEO Apple Tim Cook memperingatkan perusahaan tidak akan bisa memenuhi target pendapatan yang diharapkan karena kemerosotan yang disebabkan oleh virus korona. Menurut data dari China Academy of Information and Communication Technology, penjualan perangkat Apple mencapai 494.000, turun ke level tertinggi.

Pada Februari, China memberlakukan isolasi pada hampir 60 juta orang di provinsi Hubei yang terkena virus. Pemerintah China juga mengeluarkan instruksi karantina dan pembatasan perjalanan.

Pihak berwenang juga mewajibkan warga negara untuk menginstal aplikasi pada ponsel mereka. Aplikasi dapat membantu pengguna menentukan apakah mereka dapat melakukan perjalanan atau tidak, mengeluarkan kode warna berdasarkan gejala yang diserahkan sendiri.

Kendati demikian, banyak yang mengkritik aplikasi berbagi data dengan polisi berpotensi untuk pengendalian sosial massal, bahkan setelah penyebaran virus korona berhenti.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut