Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mabuk Perjalanan Bikin Mual? Coba Pijat 2 Titik Tubuh Ini
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Main HP saat Naik Mobil Bikin Mual? Ini Penjelasan Dokter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:14:00 WIB
Mengapa Main HP saat Naik Mobil Bikin Mual? Ini Penjelasan Dokter
Main handphone (HP) saat naik mobil bisa memicu mual dan pusing pada sebagian orang, terutama ketika menempuh perjalanan jauh. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Main handphone (HP) saat naik mobil bisa memicu mual dan pusing pada sebagian orang, terutama ketika menempuh perjalanan jauh. Kondisi ini berkaitan dengan cara otak memproses sinyal gerakan yang diterima dari mata dan telinga bagian dalam.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan mabuk perjalanan atau kinetosis terjadi ketika otak menerima informasi yang tidak selaras dari berbagai sistem tubuh. Kondisi tersebut dapat memicu rasa tidak nyaman, mual, hingga pusing selama perjalanan.

Dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dr Cecep menjelaskan telinga bagian dalam mendeteksi gerakan dan guncangan kendaraan melalui sistem vestibular yang berperan menjaga keseimbangan tubuh. Namun, ketika seseorang menatap layar HP, mata lebih banyak melihat objek yang relatif diam meski kendaraan terus bergerak.

Perbedaan informasi tersebut dapat membuat otak kesulitan menyelaraskan sinyal gerakan yang diterima. Akibatnya, sebagian orang mengalami gejala mabuk perjalanan, seperti mual, pusing, dan keringat dingin.

“Layar HP pas badan goyang bikin otak makin bingung. Mending simpen HP dan liat lurus ke jalanan jauh di luar kaca,” ucap dr Cecep.

Sebab itu, mengurangi penggunaan HP selama perjalanan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah mabuk perjalanan. Mengalihkan pandangan ke objek yang jauh di luar kendaraan dapat membantu mata mengenali gerakan yang sedang terjadi.

Selain menghindari layar HP, posisi duduk juga perlu diperhatikan. Sebaiknya duduk menghadap ke arah kendaraan melaju dan menjaga posisi tubuh tetap tegak agar lebih nyaman selama perjalanan.

Kondisi perut turut memengaruhi kenyamanan. Sebelum bepergian, hindari makan terlalu banyak maupun membiarkan perut kosong. Makanan pedas dan berlemak juga sebaiknya dibatasi jika mudah memicu rasa tidak nyaman di perut.

Jika aroma parfum atau bau menyengat di dalam mobil memperburuk mual, membuka sedikit jendela dapat membantu memasukkan udara segar selama situasi memungkinkan dan tetap aman.

Apabila mabuk perjalanan disertai muntah berulang hingga menyebabkan dehidrasi, tubuh sangat lemas, atau pusing yang tidak kunjung hilang setelah perjalanan, segera periksakan diri ke dokter.

Pusing yang disertai sakit kepala hebat, penglihatan ganda, bicara pelo, atau kelemahan pada satu sisi tubuh juga perlu mendapat pertolongan medis segera karena dapat menjadi tanda kondisi serius, bukan sekadar mabuk perjalanan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut