Samsung Dikabarkan Kurangi Target Pengiriman Smartphone Tahun Ini 

Dini Listiyani · Kamis, 18 Agustus 2022 - 15:18:00 WIB
Samsung Dikabarkan Kurangi Target Pengiriman Smartphone Tahun Ini 
Samsung Dikabarkan Kurangi Target Pengiriman Smartphone Tahun Ini (Foto: Samsung)

JAKARTA, iNews.id - Dalam beberapa tahun terakhir, pengiriman smartphone menurun. Laporana Canalys mengungkapkan, pengiriman smartphone global turun 9 persen pada Q2 2022.  

Situasi ini diperkirakan akan memburuk dalam beberapa hari mendatang. Dan, sepertinya Samsung telah mengantisipasi kejatuhan karena perusahaan dilaporkan menurunkan target pengiriman smartphone untuk 2022.  

Menurut laporan dari publikasi Korea TheElec, Samsung sedang mengevaluasi kembali strategi produksinya untuk 2022. Perusahaan telah merevisi target pengiriman smartphone untuk tahun ini dari sebelumnya 300 juta unit menjadi 260 juta unit.  

Target manufaktur asli adalah 334 juta smartphone. Dari total 334 juta unit, 284 juta akan diproduksi di fasilitas Samsung sendiri. Sedangkan 50 juta sisanya akan diproduksi bersama produsen pengembang di China. Namun, sekarang sedang mempertimbangkan kembali keputusannya dan dilaporkan telah merevisi jumlahnya.  

Sesuai publikasi, perusahaan Korea Selatan berencana untuk memproduksi 34 juta unit smartphone sendiri antara Oktober dan November. Ini jauh lebih sedikit dari kuartal sebelumnya dan periode waktu yang sama tahun lalu, sebagaimana dikutip dari Gizmo China. 

Sebagai referensi, Samsung menghadapi banyak tantangan pada 2020 karena pandemi dan masih mengirimkan 250 juta smartphone pada tahun itu. Pandemi sedikit mereda pada  2021, yang jelas menguntungkan perusahaan karena memproduksi 300 juta unit dan mengirimkan 270 juta unit. 

Target barunya untuk 2022 kurang dari itu, bahkan jika berhasil mengirimkan unit yang diproyeksikan, yang tidak mungkin. Menurut sumber, penurunan target tahun ini disebabkan kenaikan inflasi, penurunan permintaan konsumen, dan masalah rantai pasokan.  

Tidak hanya Samsung, tetapi hampir semua OEM menderita karena masalah ini. Satu-satunya perusahaan yang tampaknya tidak terpengaruh adalah Apple.

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda