Toko Gadget Kini Dibuat seperti Tempat Nongkrong, Alasan di Baliknya Mengejutkan!
JAKARTA, iNews.id – Tokogadget biasanya identik dengan deretan etalase, perangkat elektronik yang dipajang, dan aktivitas pengunjung yang datang untuk melihat spesifikasi atau membeli ponsel. Namun, konsep tersebut perlahan berkembang.
Ya, sekarang ini toko teknologi mulai dirancang agar pengunjung betah berlama-lama, bahkan bisa menikmati kopi, mengikuti workshop kreatif, hingga berkumpul bersama komunitas.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa pengalaman berbelanja tidak lagi hanya berpusat pada produk. Konsumen juga mencari suasana, aktivitas, dan pengalaman berbeda ketika mengunjungi toko. Karena itu, sejumlah ruang retail mulai menggabungkan teknologi dengan unsur hiburan dan gaya hidup.

Konsep tersebut sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan teknologi. Mereka tidak hanya ingin mengetahui kemampuan sebuah perangkat dari informasi di internet, tetapi juga mencoba langsung, mengeksplorasi fitur, dan merasakan bagaimana teknologi dapat mendukung aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, kehadiran ruang yang lebih interaktif memberikan kesempatan bagi konsumen untuk melakukan berbagai kegiatan di luar transaksi jual beli. Mulai dari menikmati minuman, berkreasi, hingga mengikuti kegiatan komunitas, semuanya bisa berlangsung dalam satu tempat.
Fenomena ini salah satunya terlihat melalui kehadiran Infinix Bali Flagship Concept Store di Beachwalk Shopping Center, Bali. Chris Xu, Infinix Deputy General Manager, mengatakan konsep toko tersebut dikembangkan untuk mempertemukan teknologi dengan kreativitas, seni, dan gaya hidup.
"Pembukaan toko ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan global Infinix. Melalui flagship concept store pertama ini, kami ingin membawa filosofi Joy Tech melampaui inovasi produk, menjadi pengalaman nyata yang menghubungkan teknologi dengan kreativitas, seni, dan gaya hidup," ujar Chris Xu dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Salah satu hal yang menarik dari konsep tersebut adalah penggunaan pendekatan pengalaman multisensori atau Five Senses Experience. Pengunjung tidak hanya diajak melihat perangkat teknologi, tetapi juga menikmati tata suara, menyentuh dan mencoba produk, mengenali aroma khas, hingga menikmati kopi.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana pengalaman berbelanja dapat dirancang lebih personal. Teknologi tidak hanya diperkenalkan melalui angka dan spesifikasi, tetapi juga melalui suasana yang melibatkan berbagai indra pengunjung.
Ada pula instalasi robotic arm yang menjadi elemen visual di dalam toko. Kehadiran perangkat tersebut mempertemukan unsur teknologi dengan desain kontemporer, sekaligus memberikan pengalaman berbeda dibandingkan toko gadget konvensional.

Menariknya, ruang retail tersebut juga menggabungkan aktivitas menikmati kopi dengan eksplorasi teknologi. Konsep n_x coffee dihadirkan sebagai tempat bagi pengunjung untuk bersantai, berbincang, atau sekadar mengambil jeda dari rutinitas.
Tidak berhenti di situ, ruang retail tersebut juga disiapkan untuk berbagai kegiatan kreatif dan komunitas. Aktivitas fotografi, musik, fashion, olahraga, hingga gaming menjadi bagian dari konsep yang ingin dikembangkan.
Rangkaian kegiatan yang digelar pada 31 Oktober hingga 8 November 2026, misalnya, mencakup workshop fotografi bersama komunitas, peracikan parfum, pembuatan aksesori ponsel, fashion show, hingga kegiatan sound yoga.
Ada pula kegiatan lari bersama dan kompetisi gaming yang mempertemukan pengunjung dengan komunitas olahraga serta esports. Dengan demikian, toko teknologi tidak hanya menjadi tempat untuk mengenal perangkat, tetapi juga ruang untuk menjalankan berbagai aktivitas sesuai minat.
Konsep ini memperlihatkan bahwa batas antara toko, tempat berkumpul, dan ruang kreativitas semakin cair. Pengunjung memiliki lebih banyak alasan untuk datang, meskipun tidak sedang berencana membeli perangkat baru.
Selain pengalaman lifestyle, pendekatan tersebut juga tetap memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal ekosistem perangkat teknologi. Berbagai produk seperti smartphone, tablet, laptop, perangkat pintar, dan aksesori dapat dieksplorasi secara langsung.
Ke depannya, perpaduan teknologi dan gaya hidup seperti ini berpotensi menjadi salah satu pendekatan baru dalam menghadirkan pengalaman retail. Terlebih, konsumen kini memiliki banyak pilihan untuk mencari informasi dan melakukan transaksi secara daring.
Karena itu, pengalaman langsung yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh aktivitas belanja online menjadi salah satu hal yang dapat membuat toko fisik tetap relevan. Bukan semata-mata karena produk yang ditawarkan, melainkan juga pengalaman yang didapatkan selama berada di dalamnya.
Editor: Muhammad Sukardi