Unit Nokia 7 Plus Kirim Data ke Server China, Ini Kata HMD Global
HELSINKI, iNews.id - HMD Global, pemegang lisensi merek Nokia akan diselidiki oleh pengawas perlindungan data Finlandia. Penyelidikan dilakukan usai beredar kabar ponsel Nokia mengirim data sensitif ke China.
Henri Austad, pemilik Nokia 7 Plus menghubungi media Finlandia untuk melaporkan perilaku aneh pada smartphone-nya. Memantau lalu lintas di perangkatnya, dia menemukan ponselnya mengirim paket data ke server jarak jauh berbasis di China.
Menurut pengguna, yang dilaporkan Wccftech, setiap kali unit Nokia 7 Plus dinyalakan, data akan segera ditransfer ke server. Demikian pula saat menyalakan layar atau membuka kunci perangkat, proses data yang sama juga akan terjadi.
Badan investigasi mengungkapkan, server berada di bawah domain 'vnet.cn' yang dikelola oleh perusahaan telekomunikasi China Telecom. Ombudsman Perlindungan Data Finlandia mengatakan kepada Reuters, dia akan menilai apakah ada pelanggaran yang melibatkan informasi pribadi atau tidak.
Kabar tak sedap soal dugaan pelanggaran data rupanya telah terdengar sampai ke telinga HMD Global. Pemegang linsensi mereka Nokia ini mencoba menjelaskan duduk permasalahannya dalam sebuah keterangan.
"Kami telah menganalisis kasus yang ada dan menemukan activation client perangkat kami yang dimaksudkan untuk negara lain secara keliru dimasukkan dalam paket software satu batch Nokia 7 Plus. Karena kesalahan ini, perangkat secara keliru mencoba mengirim data aktivasi perangkat ke server pihak ketiga," kata HMD Global yang dikutip dari Android Authority, Jumat (22/3/2019).
'Kesalahan' sejak itu telah diperbarui dengan update software Januari, yang telah diluncurkan ke semua pengguna. HMD juga mengklaim, ponsel tidak mengirim data pribadi apa pun yang bisa mengindetifikasi pemiliknya.
Editor: Dini Listiyani