Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Proyeksi Produksi Beras Tembus 10,16 Juta Ton pada Januari-Maret 2026
Advertisement . Scroll to see content

Adopsi Teknologi Digital, Petani Bisa Pantau Kondisi Tanah dan Cuaca Lewat Smartphone

Jumat, 21 Oktober 2022 - 23:23:00 WIB
Adopsi Teknologi Digital, Petani Bisa Pantau Kondisi Tanah dan Cuaca Lewat Smartphone
Petani dapat mengetahui kebutuhan unsur hara dan kondisi cuaca melalui sensor yang terintegrasi dengan aplikasi di smartphone. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mendorong penggunaan teknologi digital di berbagai sektor. Langkah ini untuk membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas secara lebih modern.

Terbaru, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memperkenalkan teknologi digital pada petani. Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pertanian, Maritim, dan Logistik Kemkominfo, Wijayanto mengungkapkan, teknologi digital dapat digunakan petani untuk memaksimalkan hasil pertanian mereka. 

Para petani dapat mengetahui kebutuhan unsur hara dan kondisi cuaca melalui sensor yang terintegrasi dengan aplikasi di smartphone (perangkat telepon pintar).

"Saat ini telah dikembangkan beragam solusi digital di sektor pertanian, di antaranya melalui pemanfaatan sensor tanah dan cuaca. Melalui teknologi digital ini para petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya pertanian seperti pupuk dan pestisida dalam bercocok tanam sesuai kebutuhan," ujarnya, dalam Panen Raya Petani Digital 4.0 dilansir Jumat (21/10/2022). 

Penggunaan teknologi ini dilakukan dengan terlebih dahulu memasang perangkat Internet of Things (IoT) di lahan. Nantinya alat tersebut secara periodik akan mengirimkan informasi kondisi tanah dan cuaca yang kemudian diolah secara otomatis untuk menghasilkan rekomendasi tindakan. 

"Nantinya melalui aplikasi itu petani dapat mengetahui apa saja kebutuhan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman di lahan seperti berapa banyak penggunaan air, pupuk, dan  lainnya sehingga aktifitas bertani menjadi lebih efisien," katanya. 

Ke depan, melalui teknologi ini para petani dapat memahami kebutuhan tanaman sesuai kondisi riil di lahan. "Semua kebutuhan tanah dan tanaman akan diinformasikan melalui aplikasi," ujarnya. 

Sementara itu, Koordinator Padi Irigasi dan Rawa, Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Rachmat menjelaskan keuntungan dari para petani dalam menggunakan teknologi ini adalah dapat lebih efisien dalam input produksi. Unsur hara yang akan diberikan kepada tanaman sesuai dengan rekomendasi dari aplikasi. 

"Rekomendasi dari alat itu memang betul-betul dengan jumlah yang dibutuhkan tanaman, pemupukan tidak lagi kurang atau berlebih karena jumlah unsur hara sudah tertera sangat jelas," katanya. 

Panen Raya Petani Digital 4.0 merupakan puncak dari kegiatan meningkatkan adopsi teknologi digital petani yang dimulai dari pemasangan perangkat, sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan rutin. Kegiatan ini dihadiri ratusan petani yang ada di Desa Wanasaba, dan Desa Kembang Kerang Kabupaten Lombok Timur. Petani diharapkan terbiasa memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan hasil usaha mereka.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut