BuddyKu Fest, Wishnutama Tekankan Ancaman Terjajahnya Masyarakat Indonesia Secara Digital

Tangguh Yudha · Senin, 28 November 2022 - 12:44:00 WIB
BuddyKu Fest, Wishnutama Tekankan Ancaman Terjajahnya Masyarakat Indonesia Secara Digital
Wishnutama Tekankan Ancaman Terjajahnya Masyarakat Indonesia Secara Digital (Foto:BuddyKu)

JAKARTA, iNews.id - Peserta acara BuddyKu Fest yang diadakan di Auditorium Hall Studio MNC Kb Jeruk, Tower 1 Lt.7 Kb Jeruk, Jakarta Barat (25/11/22) sangat memperhatikan serius pembahasan yang dilakukan oleh Prabu Revolusi (Direktur Pemberitaan MNC Media) sebagai moderator dan Wishnutama Kusubandio (Komisaris Utama Telkomsel, Tokoh Digital) sebagai narasumber pada sesi tema 'Akselerasi Digital Indonesia' yang membicarakan masa depan digital nasional Indonesia yang tanpa disadari sedang mengalami darurat digital. 

Melihat data didalam proyeksi google yang menjadi referensi pemerintah Indonesia yakni ekonomi digital Indonesia pada tahun 2030 yang akan mencapai 4.300 triliun, justru menimbulkan kekhawatiran untuk narasumber dikarenakan Indonesia yang memiliki potensi ini menjadikan bangsa Indonesia dapat dilirik oleh negara lain yang juga ingin mendapatkan keuntungan. 


Wishnutama menyampaikan analisanya terkajt Indonesia menuju ekonomi digital “5.500 triliun dapat dicapai Indonesia pada tahun 2027," ujarnya. Mengamati hal tersebut, narasumber melihat masa depan luar biasa Indonesia meskipun belum terukur kelas, namun terdapat potensi luar biasa. 

Jika negara Indonesia, bukan hanya pemerintah tap mencangkup semua stakeholder yang ada tidak melakukan tindakan yang tepat justru akan menjadi ancaman di masa depan, dimana potensi akan terjajahnya masyarakat Indonesia secara digital. Hal tersebut berbahaya karena dijajah secara digital membuat masyarakat Indonesia terjajah dalam berbagai aspek, bukan hanya ekonomi saja.
 
Wishnutama berikan contoh sederhana mengenai bahaya digitalisasi “Mungkin google lebih mengenal Prabu Revolusi disbanding istrinya hari ini," katanya. 

“Giant tech, mengerti atau mengenal seseorang secara keseluruhan. Masa depan 2030, itu akan mengontrol segala hal yang ada didalamnya. Siapa yang akan mengontrol adanya digital ini? The government of China mereka sudah melihat hal ini, sudah ada TikTok.” kata dia dengan lantang. 

Sebelum menutup pembahasan diskusi, narasumber menegaskan bangsa Indonesia secara komprehensif harus mengetahui kemana ekonomi digital mengarah. Bisa jadi perusahaan digital besar yang memegang data penduduk dunia saat ini menggunakan data yang mereka punya untuk keuntungan mereka. 

Diakhir, Wishnutama melempar pertanyaan menarik,“Dalam G20 ekonomi digital harus menjadi pilar, apakah Indonesia bisa?"

Editor : Dini Listiyani

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda