Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Curhat Rambut Gimbal Berujung Prank Tak Terduga
Advertisement . Scroll to see content

Dari Game Iseng ke Adu Mental, Azia Hampir Tumbang di Final

Senin, 26 Januari 2026 - 12:48:00 WIB
Dari Game Iseng ke Adu Mental, Azia Hampir Tumbang di Final
Azia Riza kembali mencuri perhatian lewat sebuah permainan kata yang awalnya tampak sederhana. (Foto: SMN)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Azia kembali mencuri perhatian lewat sebuah permainan kata yang awalnya tampak sederhana. Penuh percaya diri, ia mengklaim telah mengalahkan 99 orang secara beruntun dan menantang siapa pun untuk menjadi orang ke-100 yang mampu menumbangkannya. 

Suasana yang semula santai berubah ketika salah satu peserta justru meremehkan permainan tersebut sebagai “game bocah”, memantik tensi dan adu gengsi di antara para pemain.

Tak tinggal diam, Azia kemudian memanggil sosok yang disebut sebagai Mister Maniak. Namun alih-alih datang langsung, Mister Maniak justru mengirimkan perwakilan yang langsung mengubah dinamika permainan. Pertarungan pun dimulai dengan tempo cepat, adu fokus, dan tekanan tinggi, membuktikan bahwa permainan ini jauh dari kata sepele.

Ronde demi ronde berlangsung sengit dengan selisih kemenangan yang sangat tipis. Kesalahan kecil dalam menyebutkan kata langsung berakibat fatal, membuat setiap pemain harus berpikir cepat tanpa celah. Dari permainan kata sederhana, tantangan ini berkembang menjadi adu konsentrasi dan ketahanan mental yang menguras energi.

Ketegangan semakin memuncak ketika permainan berlanjut ke format tim dengan beragam tema unik dan absurd. Mulai dari nama hewan, nama laki-laki dan perempuan, jajanan, benda di sekolah, hingga nama negara, seluruh peserta dipaksa terus beradaptasi. Tawa, kepanikan, dan momen saling menjatuhkan bercampur menjadi satu, menciptakan suasana chaos yang justru menjadi hiburan utama.

Di akhir permainan, hasil pertandingan membuktikan bahwa meremehkan tantangan bisa menjadi bumerang. Permainan yang awalnya dianggap “game bocah” justru berubah menjadi ajang adu mental yang serius. Momen ini menegaskan karakter Azia yang kompetitif dan pantang menyerah, sekaligus menunjukkan bahwa dari sebuah permainan iseng, bisa lahir pertarungan yang penuh tensi dan hiburan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut