Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Australia Resmi Larang Media Sosial bagi Anak Berusia di Bawah 16 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Di Tengah Perang Israel-Hamas, Komentar Pengguna Facebook Dibatasi untuk Sementara

Kamis, 19 Oktober 2023 - 16:35:00 WIB
Di Tengah Perang Israel-Hamas, Komentar Pengguna Facebook Dibatasi untuk Sementara
Komentar Pengguna Facebook Dibatasi untuk Sementara (Foto:Dima Solomin/unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Meta mengubah pengaturan komentar default pengguna di Facebook untuk sementara waktu. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap perang Israel-Hamas

Meta mengatakan mereka melakukan perubahan dalam upaya melindungi orang-orang di wilayah tersebut dari komentar yang mungkin tak diinginkan. Dengan perubahan ini, komentar pada postingan Facebook publik yang baru dibuat akan dibatasi hanya pada teman atau pengikut lama. 

Langkah ini agak tak biasa karena postingan Facebook yang dapat dilihat publik biasanya terbuka untuk komentar dari siapa pun secara default. Meta tidak merinci lokasi atau berapa banyak akun Facebook yang akan terkena dampak perubahan. 

Tapi, raksasa media sosial mengatakan perubahan akan berlaku secara luas untuk orang-orang di wilayah tersebut. Perusahaan menambahkan semua pengguna Facebook memiliki kemampuan membatasi komentar mereka, terlepas dari lokasi mereka.

Selain itu, Meta mengatakan mempermudah pengguna Facebook untuk menghapus komentar secara massal dan menonaktifkan fitur yang biasanya menampilkan satu atau dua komentar pertama di bawah postingan di Feed, sebagaimana dikutip dari Engadget. 

Update tampaknya dimaksudkan untuk mengurangi pelecehan dan komentar-komentar yang berpotensi beracun karena ketegangan seputar konflik terus meluas ke media sosial. 

Meta juga mengatakan pihaknya meluncurkan alat kunci profilnya kepada pengguna Facebook di wilayah tersebut. Fitur ini memungkinkan pengguna menyembunyikan beberapa bagian profil mereka yang sebelumnya bersifat publik dan mencegah orang yang bukan teman melihat versi ukuran penuh dari foto profil mereka.

Perusahaan juga menjawab klaim praktik moderasi konten mereka telah secara tidak adil menekan beberapa akun yang memposting tentang konflik tersebut. Selama akhir pekan sejumlah pengguna melaporkan mereka yakin telah diblokir di Instagram karena memposting konten tentang kondisi di Gaza atau meminta perhatian tentang bagaimana konflik yang sedang berlangsung berdampak pada warga Palestina.

Juru bicara Meta Andy Stone mengatakan perusahaan telah menemukan dan memperbaiki “bug” yang memengaruhi visibilitas Stories dan postingan lain yang dibagikan ulang secara global. 

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut