Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunakan Teknologi Digital, Platform Online Kini Bisa Lakukan Pemetaan Metafisika Tiongkok
Advertisement . Scroll to see content

Era Kecerdasan Buatan, Banyak Perusahaan Kesulitan Integrasikan AI

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:45:00 WIB
Era Kecerdasan Buatan, Banyak Perusahaan Kesulitan Integrasikan AI
Banyak perusahaan menghadapi tantangan mengintegrasikan solusi AI dalam operasional mereka. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor industri, banyak perusahaan menghadapi tantangan nyata dalam mengintegrasikan solusi AI ke dalam sistem operasional mereka. Kompleksitas integrasi, keterbatasan infrastruktur, hingga isu keamanan dan kedaulatan data menjadi hambatan utama dalam mempercepat transformasi digital.

Berbagai perusahaan sebenarnya telah memiliki strategi AI yang matang. Namun, saat masuk tahap implementasi, mereka kerap terbentur integrasi dengan sistem existing, keterhubungan dengan ekosistem AI, hingga proses procurement yang panjang sebelum solusi benar-benar dapat digunakan secara operasional.

Kendala teknis dan non-teknis tersebut membuat proses adopsi AI tidak selalu berjalan mulus. Selain membutuhkan kesiapan infrastruktur, perusahaan juga harus memastikan solusi yang diadopsi aman, terstandarisasi, serta mampu diskalakan sesuai kebutuhan bisnis.

Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan AI. Namun, menurutnya, dibutuhkan sebuah wadah terintegrasi yang mampu menyederhanakan proses adopsi tersebut.

“Indonesia memiliki fondasi inovasi AI yang sangat kuat. Namun agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekosistem, memastikan keamanan data, serta mempercepat implementasi secara terukur. AI marketspace menjadi katalis dan memungkinkan seluruh proses tersebut berjalan lebih sederhana dan efisien,” ujar Nurendrantoro, dalam keterangan persnya, Kamis (26/2/2026)

Menurutnya, model AI marketspace memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang terstandardisasi dan aman. Pendekatan ini, industri dapat mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to-value.

Sebagai kendaraan integrasi solusi berbasis AI, AI Marketspace dirancang untuk mengintegrasikan solusi digital dan AI secara lebih terstruktur dan terukur. Prosesnya dimulai dari pemetaan tantangan bisnis hingga implementasi use case yang relevan dengan kebutuhan industri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut