Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengguna Gemini di Asia Tenggara Naik 2 Kali Lipat, Indonesia Jadi Pasar Paling Aktif
Advertisement . Scroll to see content

Gemini Makin Fasih Berbahasa Lokal, 84 Persen Pengguna Berinteraksi dengan Bahasa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:39:00 WIB
Gemini Makin Fasih Berbahasa Lokal, 84 Persen Pengguna Berinteraksi dengan Bahasa Indonesia
Google mengungkapkan sebanyak 84 persen pengguna Gemini di Indonesia kini berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia. (Foto: Google Gemini)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kemampuan Gemini memahami bahasa lokal menjadi salah satu faktor yang mendorong lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara. Google mengungkapkan sebanyak 84 persen pengguna Gemini di Indonesia kini berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia.

Data tersebut terungkap dalam Gemini Report: Southeast Asia 2026. Laporan itu menunjukkan jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir, sekaligus menjadi kawasan dengan pertumbuhan adopsi Gemini tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya.

Google menyebut tingginya adopsi AI di kawasan didukung populasi muda yang akrab dengan teknologi. Hampir 40 persen penduduk Asia Tenggara berusia di bawah 25 tahun, sementara kemampuan Gemini memahami bahasa dan konteks lokal membuat AI semakin mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Riset dilakukan terhadap pengguna Gemini di enam negara dengan basis pengguna terbesar, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Hasilnya menunjukkan sebagian besar masyarakat lebih nyaman menggunakan bahasa sehari-hari saat berinteraksi dengan AI.

Secara keseluruhan, hampir 70 persen prompt atau perintah yang diberikan kepada Gemini di Asia Tenggara ditulis menggunakan bahasa lokal. Vietnam mencatat angka tertinggi dengan 89 persen, disusul Thailand 87 persen, sementara Indonesia mencapai 84 persen.

Tak hanya mampu memahami bahasa, Gemini juga dinilai unggul dalam menangkap konteks budaya dan nuansa percakapan masyarakat Asia Tenggara. Berdasarkan evaluasi Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM), Gemini menjadi large language model (LLM) dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa di kawasan tersebut.

"Adopsi AI terjadi ketika teknologi terasa alami, bukan sekadar hasil terjemahan. Di kawasan yang kaya akan keberagaman bahasa seperti Asia Tenggara, model AI harus mampu memahami konteks lokal secara mendalam agar dapat digunakan secara efektif," kata Head of Partnerships, Strategy and Growth (AI Products) AI Singapore, Mark Pereira.

Dia mengatakan pencapaian Gemini dalam evaluasi SEA-HELM menunjukkan kemampuan AI menavigasi kompleksitas bahasa dan budaya Asia Tenggara. Menurutnya, hal itu membuktikan identitas bahasa dan budaya kawasan kini menjadi bagian penting dalam perkembangan AI global.

Laporan tersebut juga mengungkap perubahan perilaku pengguna AI. Sebanyak 75 persen permintaan kepada Gemini berasal dari perangkat seluler, sementara lebih dari 40 persen interaksi dilakukan menggunakan masukan multimodal, seperti foto, video, dan suara. Sekitar 10 persen interaksi lainnya memanfaatkan fitur suara seperti Gemini Live.

Di Indonesia, penggunaan Gemini melalui smartphone bahkan lebih dominan. Sebanyak 82 persen prompt berasal dari perangkat seluler dan satu dari dua perintah telah menggunakan masukan multimodal, bukan hanya teks.

Google juga mencatat masyarakat Indonesia menjadi pengguna paling kreatif di Asia Tenggara. Hampir 9 juta gambar dihasilkan setiap hari melalui fitur pembuat gambar Gemini sebagai sarana menuangkan ide dan kreativitas.

Secara keseluruhan, sekitar 40 persen kueri di Asia Tenggara meminta Gemini menghasilkan konten baru, mulai dari gambar, musik, video hingga dokumen. Dalam setahun terakhir, pengguna di kawasan ini menciptakan sekitar 5 miliar gambar menggunakan model Nano Banana dan hampir satu juta lagu melalui model pembuat musik Lyria 3.

Google menilai Gemini kini tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk mencari informasi. Pengguna semakin sering memanfaatkannya sebagai mitra riset, membantu merangkum dokumen, mengolah data, mencari inspirasi, menyusun rencana perjalanan, hingga memberikan solusi untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, Google akan menghadirkan Gemini Spark, AI agent yang mampu bekerja secara proaktif membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas. Fitur tersebut akan terintegrasi dengan Gmail, Docs, dan Slides serta mulai tersedia dalam bahasa-bahasa lokal bagi pelanggan Gemini Advanced (Ultra) di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Google berharap Gemini dapat menjadi asisten AI yang semakin personal, proaktif, dan bermanfaat bagi lebih dari 600 juta masyarakat di kawasan tersebut.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut