Gunakan Serangan SIM Swap, Remaja di Kanada Curi Crypto Senilai Rp512 Miliar
OTTAWA, iNews.id - Autentikasi dua faktor biasanya digunakan untuk meningkatkan login password tradisional. Karena, beransumsi tidak ada orang lain yang memiliki akses ke ponsel karena memerlukan kode aktivitasi satu kali untuk masuk ke akun.
Namun, autentikasi dua faktor tidak selalu sempurna. Jika penyerang memiliki akses ke ponsel atau nomor telepon, mereka bisa dengan mudah mencegat kode verifikasi yang dikirimkan.
Inilah yang dilakukan seorang remaja Kanada. Mereka menipu operator menyerahkan akses ke nomor ponsel korban melalui serangan SIM Swap. Pada dasarnya, ini adalah proses di mana Anda meminta operator untuk mengirim kartu SIM pengganti untuk alasan apa pun.
Biasanya, operator harus memverifikasi Anda melalui serangkaian pertanyaan. Artinya, remaja tersebut memiliki akses informasi mengenai korban-korbannya. Setelah menerima SIM baru, remaja itu berhasil mencegat kode autentikasi dua faktor.