Hacker 17 Tahun Ditangkap, Dituduh Dalangi Peretasan Besar Twitter

Dini Listiyani ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 08:12 WIB
Hacker 17 Tahun Ditangkap, Dituduh Dalangi Peretasan Besar Twitter

Remaja berusia 17 tahun jadi dalang peretasan Twitter (Foto: Unsplash)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Sejumlah akun Twitter high profile diambil alih dan digunakan untuk mempromosikan penipuan bitcoin beberapa minggu lalu. Peretasan besar tersebut rupanya dilakukan oleh remaja berusia 17 tahun.

Seorang laki-laki berusia 17 tahun dari Florida telah ditangkap karena dianggap sebagai dalang di balik peretasan Twitter yang menargetkan akun-akun terkenal untuk penipuan Bitcoin. Bernama Graham Clark, remaja dari Tampa Bay ini menghadapi 30 tuduhan kejahatan sehubungan dengan penipuan Bitcoin.

Menurut Jaksa Negara Bagian Hillsborough Andrew H. Warren, tuduhan yang dihadapi remaja tersebut mencakup jumlah penipuan terorganisir, komunikasi, dan penggunaan informasi pribadi. Skema Bitcoin mendapatkan akses ke puluhan profil terkenal seperti Barack Obama, Joe Biden, Bill Gates, Elon musk, dan banyak lagi menuai lebih dari 100.000 dolar AS dalam bentuk Bitcoin.

Jaksa juga mencatat, akan sulit untuk memulihkan dana yang dicuri, terutama menargetkan orang Amerika. “Kejahatan ini dilakukan dengan menggunakan nama-nama orang terkenal dan selebritas, tapi mereka bukan korban utama di sini,” kata Warren dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke Digital Trends, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Warren, Bitcoin ini dirancang untuk mencuri uang dari orang Amerika biasa dari seluruh neger, termasuk di Florida. “Penipuan besar-besaran ini diatur di sini di halaman belakang kami, dan kami tidak akan tahan untuk itu,” ujarnya.

Penangkapan tersebut dilakukan bersama dengan The Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Departemen Kehaikam AS, yang melakukan pencarian nasional untuk para pelakunya. Menurut catatan penjara, Clark diidentifikasi dan ditangkap lebih awal, tepatnya pada 31 Juli 2020.

Sebagai dugaan dalang serangan, Clark akan diadili sebagai orang dewasa meskipun masih remaja. Hal ini sesuai sebagaimana hukum Florida mengizinkan dalam kasus-kasus penipuan finansial besar.

Menurut Departemen Kehakiman, tiga konspirator lainnya telah disebutkan dan didakwa dalam serangan tersebut. Hacker yang berusia 19 tahun berbasis di Inggris didakwa setidaknya atas tiga tuduhan penipuan. Sedangkan rekan hacker lainnya adalah warga Florida berusia 22 tahun dituduh membantu dan bersekongkol dengan akses internasional. Terdakwa keempat juga diumumakn tapi identitasnya dirahasiakan karena masih di bawah umur.

Editor : Dini Listiyani