Hindari Hoax, Siber Kreasi x BuddyKu Ingatkan Verifikasi Sebelum Bagikan Informasi

Tangguh Yudha ยท Kamis, 06 Oktober 2022 - 12:46:00 WIB
Hindari Hoax, Siber Kreasi x BuddyKu Ingatkan Verifikasi Sebelum Bagikan Informasi
Webinar BuddyKu bersama Siber Kreasi. (Foto: BuddyKu)

JAKARTA, iNews.id - Siber Kreasi bersama BuddyKu mengadakan webinar Asah Digital yang bertemakan 'Verifikasi Data'. Webinar ini diadakan pada Rabu (5/10/2022) dengan dihadiri Sebanyak 200 peserta melalui zoom meeting.

Acara tersebut mendatangkan dua narasumber berkompeten yakni, Heni Mulyati yang berprofesi sebagai pengurus siber kreasi dan Adhi Maulana yang berprofesi sebagai Head of Product Development & Traffic di BuddyKu. Serunya, acara webinar itu dipandu oleh Stefani Dewinatalia dari BuddyKu.

Webinar diawali dengan membahas mengenai keadaan saat ini, di mana media sosial menjadi sumber baru masyarakat dalam mendapatkan informasi serta mengubah dinamika di dalamnya. Sebab, saat ini siapa saja dapat menjadi jurnalis dan berbagi konten berisi informasi kepada masyarakat. 

Namun, kemudahan ini justru bisa membawa dampak yang tidak baik, di mana informasi menjadi simpang siur kebenarannya. Hal ini tak jarang membuat publik terprovokasi dan membawa narasi SARA.

Heni Mulyati mengungkapkan, pentingnya verifikasi yang berarti pemeriksaan informasi untuk mengetahui apakah konten itu berisi fakta, opini atau hoax. Adanya verifikasi informasi ini, masyarakat akan terbantu tidak tersesatkan saat mencari informasi. 

Verifikasi informasi menjadi tanggung jawab bersama masyarakat agar mendapat informasi yang sehat dan dapat dipercaya. Tips dan trik pun diberikan Heni Mulyati untuk menyelidiki informasi dan format yang terlihat janggal serta sulit dipercaya sebelum membagikannya dengan orang lain.

Setelah itu, narasumber kedua, Adhi Maulana menanggapi fenomena ini dengan menganalisa banyaknya berita palsu yang seringkali justru viral di media sosial. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi masyarakat digital untuk menjadi lebih cerdas dan bijak dengan menimbang dahulu apakah berita ini benar adanya atau hanya opini yang dibungkus agar serupa dengan fakta. 

"Kadang apa yang orang baca di media sosial seperti grup WhatsApp, orang dengan mudah begitu saja menganggapnya benar. Kita harus ingatkan itu," kata Adhi Maulana.

Editor : Siska Permata Sari

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda