iNews Campus Connect Unpad, Mahasiswa Didorong Maksimalkan Teknologi AI
"Ketika tren teknologi ponsel mulai melandai, inovasi besar terjadi pada form factor berupa ponsel layar lipat seperti Galaxy Fold yang sangat fleksibel dan asyik digunakan sebagai penunjang produktivitas harian karena layarnya bisa dibuka lebar saat kita membutuhkannya," kata Cak Dan.
Menurut dia, perangkat layar lipat juga dapat mendukung mobilitas mahasiswa ketika mengerjakan tugas di berbagai tempat. Dengan perangkat yang lebih ringkas, mahasiswa tidak harus selalu membawa laptop untuk pekerjaan sederhana.
Bahkan, sejumlah pekerjaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan pemrosesan AI langsung di perangkat atau on-device. Cara tersebut memungkinkan beberapa aktivitas tetap dilakukan ketika mahasiswa berada di luar ruangan dan tidak mendapatkan koneksi internet yang stabil.
"Saat nugas di luar ruangan kita cukup membawa ponsel lipat ini untuk mengetik menggunakan fitur AI on-device secara luring, lalu sesampainya di kosan, semua pekerjaan tersebut dapat dipindahkan ke laptop secara seamless lewat Samsung DeX," paparnya.
Teknologi pemrosesan lokal juga dapat dimanfaatkan untuk sejumlah pekerjaan seperti pengeditan tulisan dan transkripsi audio. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengolah materi perkuliahan tanpa selalu bergantung pada koneksi internet.
Cak Dan mengingatkan, pemanfaatan AI tetap harus dilakukan secara bijak. Mahasiswa perlu menjadikan AI sebagai alat bantu untuk memahami materi, melakukan riset dan meningkatkan produktivitas, bukan sekadar mengandalkannya untuk menyelesaikan tugas tanpa proses belajar.
Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, mahasiswa diharapkan dapat lebih efisien mengatur waktu antara aktivitas perkuliahan, riset, organisasi hingga kegiatan di luar kampus.
Editor: Dani M Dahwilani