Jika Ada Pilihan, Huawei Masih Ingin Gunakan Layanan Google

Dini Listiyani ยท Jumat, 31 Januari 2020 - 15:01 WIB
Jika Ada Pilihan, Huawei Masih Ingin Gunakan Layanan Google

Huawei masih ingin gunakan layanan Google (Foto: Huawei)

BEIJING, iNews.id - Huawei dilarang menggunakan produk asal Amerika Serikat. Larangan terjadi akibat perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China.

Karena dilarang menggunakan produk dari perusahaan Amerika Serikat, Huawei pun tidak bisa menggukana layanan Google di smartphone mereka. Selama beberapa bulan terakhir, Huawei terlihat berjuang membangun software dan layanan yang akan menggantikan Google.

Huawei mengembangkan dan meluncurkan Harmony OS. Namun, sistem operasi itu bukan sebagai pengganti Android seperti yang diharapkan beberapa orang, sebagaimana dikutip dari Slash Gears, Jumat (31/1/2020).

Harmony OS ditujukan sebagai platform IoT yang baru. Huawei terus melakukan lebih banyak upaya terpadu untuk mengembangkan dan menawarkan Huawei Mobile Services dan AppGallery sebagai pengganti Google Play Services dan Store.

Sejauh ini, posisi Huawei di pasar seluler ditopang oleh smartphone yang masih memiliki akses ke aplikasi Google dan pasar China. Perusahaan teknologi asal China ini tampaknya ingin mengumpulkan minat dari pengembang aplikasi.

Sebuah laporan dari publikasi Der Standard menunjukkan Huawei tidak akan kembali ke pelukan Google bahkan sekalipun larangan dicabut. Namun, Huawei mengklarifikasi dengan publikasi lain. Perusahaan menunjukkan masih lebih memilih ekosistem terbuka Android jika memiliki pilihan itu.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan Huawei meninggalkan Google sepenuhnya jika keadaan memaksa. Meskipun mengaku lebih memilih Android, Huawei tetap yakin mempunyai kemampuan mengembangkan eksositemnya sendiri.

Editor : Dini Listiyani