Lawan Hoax, WhatsApp Luncurkan Fitur Search The Web

Siska Permata Sari ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 23:28 WIB
Lawan Hoax, WhatsApp Luncurkan Fitur Search The Web

WhatsApp luncurkan fitur Search The Web. (Foto: WhatsApp)

JAKARTA, iNews.id - Sebagai platform perpesanan yang populer dan banyak digunakan di dunia, WhatsApp terus berimprovisasi untuk mencegah pengguna terpapar oleh informasi palsu atau hoax. Baru-baru ini, WhatsApp meluncurkan fitur baru untuk memudahkan pengguna dalam memverifikasi informasi pada pesan yang diterimanya.

Fitur tersebut bernama ‘Search The Web’ yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah pesan teks melalui browser mereka. Dengan demikian, WhatsApp menegaskan bahwa mereka tidak pernah melihat konten pesan apa pun yang diterima dan dikirim oleh pengguna.

“Dengan menyediakan cara sederhana untuk mencari dan memeriksa pesan yang telah diteruskan berulang kali, kami berharap dapat membantu pengguna untuk menemukan hasil pencarian berita atau sumber informasi lain mengenai konten yang telah mereka terima,” tulis WhatsApp melalui blognya, Selasa (4/8/2020).

Sayangnya, fitur tersebut baru diluncurkan di Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Italia, Irlandia, Meksiko, dan Spanyol.

“Mulai hari ini, fitur cari di web diluncurkan di Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Italia, Irlandia, Meksiko, dan Spanyol bagi mereka yang menggunakan WhatsApp versi terbaru untuk Android, iOS, dan WhatsApp Web,” tulisnya.

Dengan pernyataan tersebut, belum jelas kapan WhatsApp akan meluncurkan fitur baru ini untuk semua pengguna di seluruh dunia.

Bukan kali ini WhatsApp mengupayakan untuk melawan hoax atau disinformasi. Pada April, WhatsApp memberlakukan batasan tambahan tentang seberapa sering suatu pesan dapat dibagikan di platformnya.

WhatsApp mengatakan bahwa pesan apa pun yang telah diteruskan lima kali atau lebih sekarang akan menghadapi batas baru yang akan mencegah pengguna meneruskannya ke lebih dari satu obrolan (kontak) sekaligus.

WhatsApp juga bermitra dengan beberapa organisasi pengecekan fakta di seluruh dunia untuk membantu orang memverifikasi informasi yang dibuat dalam pesan viral.

Editor : Tuty Ocktaviany