Lindungi Masyarakat dari Serangan Siber, Data Center Indonesia Harus Berdaulat
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari regulator, pemain industri, penyedia energi, penyedia teknologi, hingga para tenaga ahli—untuk hadir dan terlibat aktif dalam forum ini,” ujar Hendra.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting, khususnya untuk memastikan bahwa data masyarakat Indonesia dikelola dan diamankan dengan tepat dalam sistem berdaulat sehingga terlidungi dari serangan siber.
“Kita perlu menciptakan ruang diskusi yang solutif untuk menjamin bahwa transformasi digital nasional berjalan secara berkelanjutan dan beretika, serta berakar pada infrastruktur yang kuat dan aman,” katanya.
Menanggapi pentingnya forum kolaboratif seperti DTI-CX, Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan event ini sebagai tempat yang sangat relevan untuk menyusun kebijakan berbasis realita industri.
"Kolaborasi antara pelaku industri, asosiasi, akademisi, dan regulator harus menjadi budaya dalam membentuk masa depan digital Indonesia,” ujarnya,
Dia menekankan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam kegiatan ini menjadi kunci untuk menciptakan harmoni dalam inovasi.
Diketahui, DTI-CX and DCTI-CX akan menampilkan lebih dari 350 solusi transformasi digital diikuti lebih dari 150 perusahaan teknologi nasional dan global, dengan 300 lebih pembicara utama, serta 60 lebih sesi konferensi. Langkah ini menjadi bukti sinergi asektor publik dan swasta dalam memperkuat ekosistem digital nasional—dimulai dari fondasi paling krusial data center.
Editor: Dani M Dahwilani