NASA Perpanjang Partisipasi di Stasiun Luar Angkasa hingga 2030 

Dini Listiyani · Jumat, 29 Juli 2022 - 10:04:00 WIB
NASA Perpanjang Partisipasi di Stasiun Luar Angkasa hingga 2030 
NASA Perpanjang Partisipasi di Stasiun Luar Angkasa hingga 2030  (Foto: NASA)

JAKARTA, iNews.id - Kongres ingin International Space Station (ISS) terus berjalan hingga akhir dekade ini. Partisipasi NASA di stasiun akan berlangsung setidaknya hingga 2030.

Creating Helpful Incentives to Produce Semiconductors (CHIPS) Act 2022 mencakup RUU otoritasi NASA yang secara resmi memperpanjang partisipasinya dalam program ISS selama 6 tahun hingga 2030. 

CHIPS Act, yang tujuan utamanya untuk meningkatkan manufaktur semikonduktor Amerika Serikat guna mengatasi kekurangan rantai pasokan yang disebabkan pandemi kini telah disetujui Senat AS dan Dewan Perwakilan Rakyat, dan hanya membutuhkan tanda tangan dari Presiden Joe Biden untuk menjadi Undang-Undang. 

"Saya sangat senang Kongres telah meloloskan Undang-Undang Otorisasi NASA tahun 2022 - otorisasi pertama untuk agensi kami dalam lima tahun," kata Administrator NASA Bill Nelson dalam sebuah pernyataan hari ini (28 Juli).

Tindakan ini, kata Nelson menunjukkan dukungan bipartisan yang berkelanjutan dari banyak misi NASA, termasuk pendekatan Bulan ke Mars, serta perpanjangan partisipasi AS di Stasiun Luar Angkasa Internasional hingga 2030. 

"Dengan dukungan kuat dari Administrasi Biden-Harris serta otorisasi ini, NASA akan terus memajukan penemuan ilmiah, memungkinkan penerbangan berkelanjutan, mengatasi perubahan iklim, dan banyak lagi," ujar Nelson sebagaimana dikutip dari Space. 

Namun, apakah ISS mencapai 2030 atau tidak, tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah AS. Lembaga mitra program lainnya juga harus berkomitmen untuk ekstensi. Dan salah satu mitra itu, badan antariksa federal Rusia Roscosmos, yang tampaknya tidak berkomitmen penuh. 

Pada Selasa, 26 Juli, Roscosmos mengumumkan niatnya untuk menarik diri dari program ISS setelah 2024. Namun, timeline kepergian yang sebenarnya tidak jelas, karena para pejabat Rusia mengatakan mereka ingin tetap menjadi mitra ISS sampai stasiun luar angkasa Rusia yang baru berdiri dan berjalan, yang tidak mungkin terjadi sampai paling cepat 2028.

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda