Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Apple Bagi-Bagi Bonus Rp6,8 Miliar untuk Karyawan, Alasannya Mengejutkan!
Advertisement . Scroll to see content

OpenAI Mulai Bajak Insinyur iPhone, Apple Ketar-Ketir dan Rela Kasih Bonus Besar!

Senin, 20 April 2026 - 10:10:00 WIB
OpenAI Mulai Bajak Insinyur iPhone, Apple Ketar-Ketir dan Rela Kasih Bonus Besar!
Perusahaan Apple sedang ketar-ketir, karena karyawan terbaik mereka mulai dibajak perusahaan AI. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Serangan diam-diam dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengguncang raksasa teknologi Apple Inc.. Bukan lewat produk, melainkan lewat pembajakan talenta, yaitu para insinyur terbaik di balik iPhone.

Sejumlah startup AI, termasuk OpenAI, dilaporkan gencar merekrut karyawan Apple dengan tawaran kompensasi yang jauh lebih menggiurkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, nilai paket yang ditawarkan mencapai sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp17 miliar per tahun dalam bentuk saham.

Fenomena ini sontak membuat Apple waspada. Untuk menahan gelombang hengkangnya karyawan, perusahaan langsung mengambil langkah tidak biasa, yaitu membagikan bonus besar di luar siklus tahunan kepada tim desain perangkat keras iPhone.

Berdasarkan informasi The Straits News, bonus tersebut berkisar antara 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,4 miliar hingga 400.000 dolar AS atau sekitar Rp6,8 miliar. Nilainya memang besar, tetapi tetap lebih kecil dibandingkan tawaran dari perusahaan AI. 

Bonus ini dalam bentuk saham yang baru bisa dicairkan secara bertahap selama empat tahun, sehingga karyawan didorong untuk tetap bertahan di Apple.

Kekhawatiran Apple bukan tanpa alasan. OpenAI kini semakin serius menggarap perangkat keras AI, terlebih setelah menggandeng mantan kepala desain Apple, Jony Ive, untuk mengembangkan generasi baru perangkat masa depan.

Tak hanya itu, divisi perangkat keras OpenAI juga diperkuat oleh sosok internal Apple sebelumnya, Tan Tang. Ia bahkan disebut telah merekrut puluhan insinyur Apple, termasuk mereka yang pernah terlibat dalam pengembangan iPad, Apple Watch, hingga Vision Pro.

Situasi ini menandai perubahan besar dalam peta persaingan industri teknologi. Startup AI tidak lagi sekadar fokus pada perangkat lunak, tetapi mulai membangun perangkat keras yang berpotensi menggantikan dominasi iPhone.

Ancaman tersebut semakin nyata dengan munculnya pemain baru seperti Hark, perusahaan rintisan yang digagas Brett Adcock. Startup ini juga aktif merekrut mantan insinyur Apple untuk mengembangkan perangkat AI generasi berikutnya.

Di tengah tekanan tersebut, Apple berupaya mengejar ketertinggalan dengan mengembangkan berbagai produk berbasis AI, mulai dari kacamata pintar, AirPods generasi baru, hingga perangkat wearable yang dilengkapi asisten Siri dan kamera berbasis computer vision.

Namun, langkah Apple yang 'jor-joran' memberikan bonus menjadi sinyal kuat bahwa perang memperebutkan talenta AI kini semakin sengit. Bahkan perusahaan sebesar Apple pun mulai merasakan tekanan besar dalam mempertahankan sumber daya manusia terbaiknya.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dominasi iPhone di masa depan akan benar-benar ditantang oleh gelombang baru perangkat berbasis AI.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut