Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger! Elon Musk Sebut WhatsApp Tidak Bisa Dipercaya
Advertisement . Scroll to see content

Pengguna WhatsApp Anjlok Gara-Gara Aturan Baru

Selasa, 12 Januari 2021 - 17:07:00 WIB
Pengguna WhatsApp Anjlok Gara-Gara Aturan Baru
Pengguna WhatsApp Anjlok Gara-Gara Aturan Baru (Foto: Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

MOUNTAIN VIEW, iNews.id - WhatsApp menjadi sorotan atas aturan privasi baru. Akibat aturan privasi baru yang digelontorkan WhatsApp, pengguna perusahaan pun ikut anjlok pada pekan pertama 2021. 

Sensor Tower melaporkan pengguna WhatsApp turun 11 persen pada pekan pertama di 2021 dibandingkan minggu sebelumnya. Saat ini, jumlah pengguna WhatsApp secara global masih sekitar 10,5 juta unduhan.

Penurunan itu ditenggarai karena aturan privasi baru WhatsApp yang baru-baru ini diluncurkan. Aturan tersebut menuai banyak kritik, karena berhubungan dengan privasi data penggunanya. Selain itu, saat merilis aturan barunya, aplikasi pesan di bawah naungan Facebook itu juga seakan memaksa pengguna untuk menyetujui aturan tersebut.

Alhasil, Sensor Tower mencatat adanya peningkatan jumlah unduhan pada aplikasi pesaing. Signal disebut mendapat 100 ribu unduhan baru. Sementara Telegram mengumpulkan hampir 2,2 juta unduhan baru.

Melansir dari Daily Mail, Selasa (12/1/2021), hijrahnya pengguna WhatsApp terbukti dari peringkatnya di daftar aplikasi di Amerika Serikat dan Inggris yang mengalami penurunan.

Aturan privasi baru WhatsApp memang sedang mendapat sorotan global. Salah satu poinnya adalah WhatsApp akan berbagi datanya kepada Facebook, sebagai induk perusahaan.

Sebelumnya WhatsApp juga telah mengeluarkan klarifikasi terhadap hal tersebut. WhatsApp menjelaskan, sejak 2016 pihaknya telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur. Menurut WhatsApp, tidak ada perubahan di kebijakan terbarunya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut