Perpanjangan Slot Orbit Diterima, Indonesia Akan Luncurkan Satelit Baru

Diaz Abraham ยท Selasa, 26 November 2019 - 17:38 WIB
Perpanjangan Slot Orbit Diterima, Indonesia Akan Luncurkan Satelit Baru

Perpanjangan slot orbit diterima, Indonesia akan luncurkan satelit baru (Foto: Kominfo)

JAKARTA, iNews.id - Di Sidang Chairman World Radiocommunications Conference 2019 (WRC-19) pada tanggal 28 Oktober hingga 22 November 2019 di Sharm El-Sheikh, Mesir, Indonesia mendapat persetujuan perpanjangan masa regulatori untuk filing satelit PSN-146E di slot orbit 146 BT dan filing satelit GARUDA-2 di slot orbit 123 BT.

Sebelumnya pada sidang pleno ke-10 tanggal 20 November 2019, Indonesia telah mendapat persetujuan perpanjangan filing satelit lainnya yakni PALAPA-C1-B di slot orbit 113 BT.

Pada kesempatan ini, Indonesia mengajukan beberapa proposal mengenai rencana penggunaan frekuensi radio dan aturan penggunaan slot orbit. Ada tiga proposal strategis yang diberikan, yakni permintaan perpanjangan masa regulasi 3 filing satelit di Tanah Air, yaitu PALAPA-C1-B (113BT) pada frekuensi Ku band, GARUDA-2 (123 BT) pada frekuensi L band, dan PSN-146E (146BT) pada frekuensi Ka band.

Ketiga filing satelit ini sangat penting karena digunakan untuk menempatkan dan mengoperasikan satelit Indonesia. Ketiganya akan mendukung program penyediaan layanan komunikasi broadband bagi masyarakat.

Filing satelit PALAPA-C1-B di slot orbit 113BT digunakan untuk menempatkan satelit Nusantara Dua yang diluncurkan tahun 2020. Filing satelit PSN-146E di slot orbit 146BT direncanakan menempatkan satelit SATRIA milik BAKTI Kemkominfo yang akan diluncurkan tahun 2023 demi memberikan layanan broadband pada masyarakat Indonesia di daerah-daerah terluar, tertinggal, dan terdalam.

Sedangkan filing satelit GARUDA-2 di slot orbit 123BT akan digunakan untuk menempatkan satelit yang memberikan layanan telepon satelit dan diluncurkan pada 2024 mendatang.

Apabila Delegasi Tanah Air gagal untuk mendapatkan persetujuan Sidang WRC-19, maka Indonesia tidak dapat menempatkan satelit barunya menggunakan filing tersebut. Apalagi mengusahakan filing baru di slot orbit sudah sangat sulit, mengingat kepadatan slot orbit GSO saat ini.

Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kedutaan Besar RI untuk Mesir, Kementerian Perhubungan, LAPAN, operator satelit nasional serta operator selular nasional.

Delegasi Indonesia dipimpin Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Infromatika sebagai Head of Delegation, Ismail didampingi oleh Direktur Penataan Sumber Daya selaku Co-Head of Delegation, Denny Setiawan dan Kasubdit Pengelolaan Orbit Satelit, selaku Deputy Head of Delegation Indonesia, Mulyadi.

Selama proses Sidang WRC-19 ini, Delegasi Indonesia mendapat bantuan penuh dari Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzy dan jajarannya. Selain itu ada juga dukungan dari Kementerian Luar Negeri yang berhasil melakukan lobi kepada negara terdampak filing satelit Indonesia seperti Australia, Uni Emirat Arab, Tiongkok, Malaysia, Luksemburg, Inggris, Perancis, Jepang, Republik Korea, Belanda, India, dan Papua Nugini.

Delegasi Indonesia menyampaikan terima kasih atas dukungan peserta WRC-19 yang telah memahami dan mendukung kebutuhan Indonesia untuk operasional satelit nasional sehingga tercipta kesepahaman mengenai perpanjangan masa regulatori untuk tiga filing satelit tadi.

Keberhasilan Indonesia tersebut tentunya tidak dapat dicapai tanpa kerja keras Delegasi Indonesia dan semua komponen di Indonesia. Didukung kekuatan negosiasi, kompromi maupun hubungan baik yang dimiliki oleh Indonesia dengan negara-negara anggota International Telecommunication Union (ITU), sehingga proposal Indonesia dapat diterima dan disetujui dalam sidang WRC-19.


Editor : Dini Listiyani