Pro Kontra Penggunaan AI Prediksi Aset Digital, Investor Diminta Waspada
Resna menegaskan, meski menawarkan berbagai potensi manfaat, penggunaan AI dalam prediksi harga kripto tetap memiliki sejumlah keterbatasan. Upbit menilai teknologi ini tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas yang sangat tinggi. Pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh data historis, tetapi juga berbagai faktor eksternal seperti kebijakan regulasi, kondisi ekonomi global, hingga perubahan sentimen pasar yang terjadi secara cepat.
Ketergantungan berlebihan terhadap hasil analisis otomatis juga dapat menjadi risiko bagi investor. Terlebih jika pengguna tidak memahami cara kerja algoritma atau model AI yang digunakan dalam proses analisis tersebut.
"Investor tetap perlu melakukan riset secara mandiri, memahami profil risiko, serta tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan prediksi teknologi, termasuk AI," kata Resna.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, investor diingatkan untuk tetap menerapkan prinsip investasi yang bijak dan bertanggung jawab. AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat pendukung dalam proses analisis, bukan sebagai penentu utama keputusan investasi.
Selain itu, investor disarankan menggunakan platform perdagangan yang telah terdaftar dan diawasi oleh regulator. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan transaksi serta perlindungan terhadap investor.
Editor: Dani M Dahwilani