Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AI Jadi Tantangan di Industri Kreatif, Jessica Tanoesoedibjo Minta Kampus Beradaptasi
Advertisement . Scroll to see content

Tak Takut Hadapi Era AI, MNC University Ingin Jadi Pelopor

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:26:00 WIB
Tak Takut Hadapi Era AI, MNC University Ingin Jadi Pelopor
MNC University beradaptasi menghadapi perkembangan dunia digital dengan masuknya teknologi Artificial Intelligence (AI), terutama di industri kreatif. (Foto: Mei Sada)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rektor MNC University, Dendi Pratama menegaskan komitmennya untuk beradaptasi menghadapi perkembangan dunia digital dengan masuknya teknologi Artificial Intelligence (AI), terutama di industri kreatif. Menurutnya, kampus justru harus berada di barisan terdepan dan siap menghadapi perubahan tersebut.

Hal itu dia sampaikan dalam acara Launching Video Klip Mahalini Karya Mahasiswa MNC University di MNC Tower, Kebon Jeruk, Kamis (12/2/2026). Dendi menyampaikan bahwa langkah MNC University mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui berbagai tranformasi yang dilakukan di kampus.

“Tahun lalu kita mengubah logo, kita rombak semuanya, termasuk kurikulum. Mahasiswa baru semester satu sudah banyak aktivitas di luar kelas. Hari ini kita melihat hasil nyata dari transformasi itu,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, keputusan MNC University untuk serius mengembangkan AI dipicu oleh arah strategis MNC Group yang semakin fokus pada teknologi, termasuk AI. Bahkan sebagai tindak lanjut, MNC University membentuk departemen pengembangan AI yang memiliki dua fokus utama, yakni pengembangan AI berbasis IT dan AI di bidang kreatif. 

Hasil awal dari langkah tersebut ditunjukkan melalui peluncuran video klip Mahalini dan Nuca versi AI yang dikerjakan oleh mahasiswa semester pertama Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) pada hari ini.

“Ketika MNC Group sudah lari ke AI, nggak mungkin kampusnya belakangan. Kampus harus di depan, harus mempersiapkan mahasiswa, dosen, dan seluruh ekosistemnya karena ke depan hampir semuanya akan berbasis AI,” ujarnya.

“Hari ini kita melihat hasilnya. Mahasiswa semester satu bisa menghasilkan karya full AI yang kualitasnya sudah mendekati produksi industri. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu Dendi juga menanggapi perdebatan kehadiran AI di industri kreatif. Menurutnya, teknologi ini tidak menggantikan profesi yang sudah ada, namun hanya sekedar alat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut