Transaksi Serba Online, Masyarakat Indonesia Lebih Cepat Menyerap Teknologi Digital
JAKARTA, iNews.id - Layanan berbasis digital di Indonesia semakin berkembang. Berbagai transaksi kini dapat dilakukan secara online dalam satu genggaman.
Tak heran, jika Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkembangan teknologi digital paling pesat. Transaksi nontunai berbasis online kini tersedia mulai di waralaba modern hingga warung kaki lima.
Aktivitas berbelanja pun tidak perlu datang ke supermarket atau mal. Masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui smartphone dengan mengunjungi berbagai platform marketplace atau toko online.
Model layanan online yang berkembang saat ini di antaranya Gojek, Shopee, Motion Pay, Tokopedia, Fastpay dan sebagainya. Bahkan, dalam inovasinya sebagai salah satu pemain di platform business to business online, Fastpay menerima pengakuan sebagai Excellent Payment Gateway di BIFA 2022.
"Dilihat dari pertumbuhan transaksi sebesar 154 persen dan pertumbuhan volume transaksi meningkat 3 kali lipat atau 373 persen, beberapa industri telah memanfaatkan Faspay, antara lain industri fintech, gaming, finansial, online retail, dan logistik," ujar Eddy Tju, CEO Fastpay dalam keterangannya dilansir Minggu (24/10/2022).
Secara umum transaksi berbasis digital (inklusi keuangan) di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Pada 2021 tingkat inklusi keuangan di Indonesia naik dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 83,6 persen. Ini diikuti pertumbuhan signifikan dalam kepemilikan dan penggunaan akun/rekening yang juga meningkat menjadi sebesar 65,4 persen di 2021.
Salah satu transaksi atau sistem pembayaran nontunai yang saat ini berkembang di Tanah Air adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Menariknya, bukan hanya toko modern,sekitar 90 persen dari total merchant yang menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran merupakan UMKM. BI menargetkan sebanyak 45 juta pelaku usaha kecil menggunakan QRIS dalam metode pembayaran pada 2023.
Editor: Dani M Dahwilani