4 Kemampuan Aneh Cacing yang Mungkin Tak Anda Ketahui
JAKARTA, iNews.id - Suka atau tidak, dunia ini penuh dengan cacing. Makhluk licin tersebut memiliki keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh yang lainnya.
Cacing bisa makan tanpa mulut, mengendalikan spesies lain, dan bertahan di lingkungan yang tak biasa. Selain itu, cacing masih memiliki kemampuan unik atau aneh lainnya yang mungkin tidak diketahui banyak orang.
Nah, penasaran dengan kemampuan aneh yang dimiliki cacing tersebut? Berikut ini daftarnya seperti dirangkum iNews.id dari Listverse, Minggu (5/5/2019).
Mampu Membajak Otak
Terkadang, semut menemukan bola goo yang enak. Di dalam camilannya itu mengintai larva cacing hati. Setelah dikonsumsi, larva berubah menjadi cacing yang membajak otak semut.
Meskipun sains memahami siklus hidup cacing pipih, tapi tidak dengan bagaimana mereka bisa mengendalikan perilaku semut. Pada 2018, para peneliti memotong kepala serangga yang terinfeksi.
Menggunakan CT Scan versi mini, ilmuwan mengambil foto pertama kali pengambialihan. Gambar menunjukkan, beberapa cacing pipih serung berkompetisi untuk otak yang sama. Kebetulan, pemenang menggunakan pengisap mulut untuk menempel pada area seraf yang mengontrol berjalan dan rahang semut.
Mampu Tumbuh dalam Racun
Pada 2018, para ilmuwan menjelajahi Sulphur Cave di Colorado. Karena gua itu mengandung cukup hidrogen sulfida untuk membunuh manusia, mereka memakai peralatan pernapasan dan tim medis menggunggu di luar. Selain gas mematikan, gua juga meneteskan asam sulfat yang mampu membakar pakaian.
Menariknya, spesies cacing baru hidup di habitat yang mematikan tersebut. Cacing Limnodrilus sulphurensis di dalam Sulphur Cave dan ilmuwan mengklasifikasikannya sebagai ekstrimofil. Artinya, mereka berkembang di tempat di mana sebagian hewan, serangga, dan manusia lainnya akan binasa.
Cryogenic Superstars
Nematodes adalah cacing mikroskopis. Biasanya mereka bergoyang-goyang di tanah dan tidak ada yang memperhatikan keberadaan mereka. Pada 2018, mereka mengubah pikiran dunia.
Pada 2018, nematoda ditemukan di lapisan es yang berasal dari Pleistosen. Makhluk itu telah membeku selama 42.000 tahun. Saat peneliti mencairkan es, dua spesies mulai bergerak. Tidak hanya ada gerakan fisik, cacing juga mengkonsumsi makanan pertama mereka dalam ribuan tahun.
Orangtua Kanibal yang Perhatian
Bagi mata manusia, nematoda semuanya terlihat sama. Cacing mikroskopis secara seragam lebih kecil dari biji wijen dan tidak memiliki fitur yang membedakan individu. Kendati demikian, nematoda mengenali anak mereka sendiri.
Kemampuan cacing mengenali anaknya terlihat pertama kali saat para peneliti mempelajari kebiasaan makan makhluk ini. Meski memiliki sifat kanibal, cacing menolak melahap keturunan mereka sendiri. Saat disajikan dengan nematoda yang tidak terkait, mereka mengkonsumsinya.
Untuk mencaritahu apa yang sedang terjadi, para ilmuwan beralih ke seekor cacing bernama Pristionchus pacificus. Cacing memiliki kebiasaan buruk memangsa spesies nematoda lainnya juga.
Analisis DNA-nya mengungkapkan gen yang disebut SELF-1. Untuk beberapa alasan, gen ini menjadi alasan nematoda muda aman di sekitar orangtua kanibalnya. Bagaimana tim mengetahui hal tersebut? Saat mereka melepaskan SELF-1, cacing memakan anak-anak mereka dengan ganas.
Editor: Dini Listiyani