8 Ilmuwan Muslim yang Karyanya Mendunia, Penemuannya Masih Penting sampai Sekarang
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi lahir sekitar tahun 780 di Khwarezmia dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Kufah, Irak.
Karya:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi merancang mata pelajaran Aljabar dan Algoritma yang dikembangkan oleh orang lain. Kata algoritma berasal dari namanya. Bukunya (hisab al-Jabr wal-Muqabala) (Perhitungan Integrasi dan Persamaan) digunakan hingga abad ke-16 sebagai buku teks utama universitas-universitas Eropa.
Dia menemukan konsep nol atau (sifr). Dengan demikian, menciptakan sebuah revolusi dalam matematika. Hal ini diarahkan untuk perbaikan dalam perhitungan program dunia dan kemajuan di bidang astronomi dan geografi.
Abu Abdullah al Battani dilahirkan di Harran dekat Urfa pada 858 Masehi dan meninggal di Samarra, Irak, pada 929 Masehi. Abu Abdullah al Battani adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab.
Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri.