AI Tak Lagi Hanya Digunakan di Dunia Kerja, Kini Jadi Asisten Rumah Tangga
JAKARTA, iNews.id – Kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) tak lagi hanya dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan di kantor atau kebutuhan digital. Kini, teknologi tersebut mulai hadir di rumah sebagai asisten yang membantu mengurangi beban pekerjaan rumah tangga sekaligus meringankan beban mental keluarga.
Perubahan ini sejalan dengan meningkatnya kompleksitas aktivitas rumah tangga di tengah gaya hidup modern. Mengurus rumah kini bukan hanya soal memasak, mencuci, atau membersihkan rumah, tetapi juga mengatur jadwal keluarga, mengingatkan berbagai aktivitas, hingga mengambil banyak keputusan kecil setiap hari.
Survei State of Motherhood 2026 yang dilakukan Talker Research terhadap 2.000 ibu menunjukkan beban terbesar di dalam rumah bukan lagi pekerjaan fisik, melainkan beban mental (mental load) dalam mengatur berbagai aktivitas keluarga. Sebanyak 53 persen responden mengaku bertanggung jawab penuh mengatur jadwal keluarga, sementara 49 persen harus terus mengingatkan anggota keluarga mengenai tugas mereka. Adapun 41 persen lainnya mengaku harus memberikan instruksi berulang kali agar aktivitas harian berjalan sesuai rencana.
Kondisi tersebut membuat kehadiran teknologi berbasis AI mulai dipandang sebagai solusi. Teknologi ini dinilai mampu mengambil alih pekerjaan yang berulang sehingga penghuni rumah dapat mengurangi cognitive load atau beban berpikir dan memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga.
Tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya penggunaan perangkat rumah pintar. Berdasarkan data We Are Social, jumlah rumah tangga yang mengadopsi perangkat smart home meningkat dari sekitar 9,58 juta pada 2024 menjadi hampir 11 juta pada 2025. Angka tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap teknologi yang mampu mempermudah aktivitas sehari-hari.
Melihat perubahan kebutuhan tersebut, produsen teknologi mulai menghadirkan perangkat rumah tangga yang memanfaatkan AI dan sistem otomatisasi. Salah satunya Bosch Home Appliances Indonesia yang mengintegrasikan AI pada berbagai perangkat dapur dan ruang cuci.
Bosch menghadirkan Bosch Oven Series 8 yang memadukan AI dengan fitur memasak modern seperti Steam Function Plus, Sous-vide, dan Air Fry. Perangkat tersebut juga didukung ekosistem Home Connect sehingga pengguna dapat mengoperasikan oven dari jarak jauh sekaligus memperoleh panduan memasak secara digital.
Sementara itu, untuk kebutuhan mencuci, Bosch memperkenalkan teknologi i-DOS yang secara otomatis menyesuaikan penggunaan deterjen dan air berdasarkan jumlah cucian. Sistem ini dirancang untuk mengurangi pengaturan manual yang harus dilakukan pengguna setiap kali mencuci.
"Kami selalu memulai dari perspektif konsumen. Saat ini semakin banyak keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja. Karena itu, tujuan kami bukan sekadar menghadirkan perangkat rumah tangga, melainkan membuat proses memasak menjadi lebih mudah, lebih sehat, dan lebih menyenangkan," kata CEO Bosch Home Appliances Indonesia, Anil Narula, dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).
Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan, mengatakan teknologi seharusnya tidak hanya dinilai dari banyaknya fitur, tetapi dari manfaat nyata yang diberikan kepada pengguna.
"Melalui kampanye Beres, Bosch, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa teknologi bukan sekadar menghadirkan lebih banyak fitur. Nilai sesungguhnya justru terletak pada kemampuannya mengurangi kerumitan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika teknologi mampu mengambil alih rutinitas yang berulang, keluarga memiliki lebih banyak waktu, kenyamanan, dan ketenangan untuk menikmati momen yang benar-benar penting," kata dia.
Editor: Dani M Dahwilani