Apa Itu Godzilla El Nino, Fenomena Ekstrem yang Bikin Kemarau Indonesia Lebih Panjang?
BRIN menyebut, kombinasi El Nino kuat dan IOD positif berpotensi terjadi sepanjang musim kemarau, yakni April hingga Oktober 2026. Kondisi ini dapat memicu sejumlah dampak berbeda di tiap wilayah:
- Indonesia selatan (Jawa hingga NTT): berisiko mengalami kekeringan lebih parah
- Sumatra dan Kalimantan: meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
- Wilayah timur seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku: masih berpeluang mendapat curah hujan tinggi, bahkan banjir
Secara historis, peristiwa El Niño sangat kuat, seperti tahun 1997–1998 dan 2015–2016, menyebabkan kekeringan luas, krisis air, hingga gangguan produksi pangan di Indonesia. Karena dampaknya yang besar dan luas itulah, fenomena ekstrem ini dijuluki 'Godzilla'.
Organisasi seperti World Meteorological Organization (WMO) juga menegaskan bahwa El Nino kuat dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem global, mulai dari kekeringan hingga banjir di wilayah lain.
Melihat potensi tersebut, peneliti BRIN, Prof Erma Yulihastin, mendorong langkah mitigasi sejak dini.
Pemerintah diminta mengantisipasi kekeringan, potensi banjir di beberapa wilayah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. Di sisi lain, kondisi kering juga bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi garam.
Editor: Muhammad Sukardi