Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sepasang Black Hole Supermasif Terjauh Terdeteksi, Masing-Masing Sebesar 50 Juta Matahari
Advertisement . Scroll to see content

Astronom Kebingungan Menentukan Objek Misterius Ini

Kamis, 25 Juni 2020 - 16:12:00 WIB
Astronom Kebingungan Menentukan Objek Misterius Ini
Bintang Neutron (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

CALIF0RNIA, iNews.id - Pada 14 Agustus 2019, International LIGO-Virgo Collaboration mendeteksi gelombang gravitasi ganjil. Reading menujukkan objek dengan massa 2,6 kali dari Matahari itu menelan black hole 780 juta tahun yang lalu.

Menurut sebuah paper di The Astrophysical Journal Letters, para ilmuwan tidak yakin apakah objek itu adalah bintang neutron terberat yang pernah terdeteksi atau black hole yang sangat terang. Fisikawan mengklaim, bintang-bintang neutron dapat memiliki massa hingga 2.5 kali lipat dari Matahari.

Objek ini melebihi batas itu. Black hole paling ringan yang pernah diukur memiliki massa sekitar lima kali lipat dari Matahari. Kisaran itu, antara 2,5 hingga lima massa Matahari disebut kesenjangan massa, sebagaimana dikutip dari Engadget, Kamis (25/6/2020).

Tidak pernah diketahui apakah benda kosmik dengan massa di celah massa bisa ada. Saat tubuh yang baru ditemukan ini berada di ujung bawah spektrum, benda masih membingungkan.

Itu bukan satu-satunya hal yang aneh dengan reading ini. Benda sekecil itu bertabrakan dengan black hole besar. Ini adalah pasangan paling berbeda yang terlihat sejauh ini.

Para ilmuwan tidak yakin bagaimana sistem biner seperti itu dapat terbentuk. Berdasarkan The New York Times, objek serupa terdeteksi secara singkat pada 2017.

Gordon Baym dari University of Illinois ingat tabrakan antara dua bintang neutron menghasilkan bintang neutron tunggal 2,7 massa Matahari. Namun, benda itu dengan cepat jatuh ke dalam black hole.

Sebagian besar detail dari peristiwa aneh ini telah hilang ke jalur satu arah dari black hole. Fisikawan diharapkan bisa memperoleh informasi lebih lanjut tentang bagaimana objek seperti itu atau bagaimana sistem bintang biner seperti itu bisa ada.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut