Astronom Temukan Asteroid Mengorbit Dekat Matahari, Apa Dampaknya?

Siska Permata Sari ยท Minggu, 20 September 2020 - 22:06 WIB
Astronom Temukan Asteroid Mengorbit Dekat Matahari, Apa Dampaknya?

Astronom temukan asteroid mengorbit dekat matahari. (Foto: Sciencealert)

JAKARTA, iNews.id - Para astronom sempat memprediksi ada asteroid berukuran 1 km yang mengorbit lebih dekat ke Matahari daripada Venus. Di luar prediksi, para astronom yang bekerja dengan Zwicky Transient Facility mengatakan mereka akhirnya menemukan asteroid yang lebih besar yakni sekitar 2 km.

Asteroid yang baru ditemukan bernama 2020 AV2. Ini memiliki jarak aphelion hanya 0,65 unit astronomi dan berdiameter sekitar 2 km. 

Penemuan tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya pada prediksi awal, tidak ada asteroid sebesar ini di dalam orbit Venus. Ini juga bisa menjadi bukti populasi baru asteroid atau bisa pula menjadi yang terbesar dari populasinya.

“Jika penemuan ini bukan kebetulan secara statistik, AV2 2020 mungkin berasal dari sumber populasi interior asteroid ke Venus yang belum ditemukan,” kata penulis makalah A kilometer-scale asteroid inside Venus's orbit,  Profesor Astronomi di Institut Astronomi, Universitas Pusat Nasional, Taiwan, Dr Wing-Huen Ip, seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (20/9/2020).

AV2 2020 pertama kali ditemukan oleh Zwicky Transient Facility (ZTF) pada 4 Januari 2020. Data dari berbagai pengamatan menunjukkan bahwa asteroid tersebut berasal dari wilayah dalam sabuk asteroid utama, antara Mars dan Jupiter.

Namun, analisis lain mengungkap bahwa AV2 2020 tidak berasal dari sabuk asteroid utama.

“AV2 2020 dapat berasal dari sumber asteroid yang terletak lebih dekat ke Matahari, seperti di dekat kawasan stabilitas yang terletak di dalam orbit Merkurius pada ~ 0,1-0,2 au di mana asteroid besar dapat terbentuk dan bertahan dalam skala waktu yang sesuai dari tata surya,” tulisnya.

Sementara itu, direktur eksekutif pusat astronomi IPAC di Caltech dan salah satu penyelidik ZTF, George Helou mengatakan bahwa asteroid itu pasti bermigrasi ke arah Venus dari tempat yang lebih jauh di tata surya.

“Satu-satunya cara untuk keluar dari orbitnya jika dia terlempar melalui pertemuan gravitasi dengan Merkurius atau Venus, tetapi kemungkinan besar dia akan menabrak salah satu dari dua planet itu,” katanya.

Editor : Tuty Ocktaviany