Astronom Temukan Planet Mirip Jupiter Mengorbit Bintang Kecil
CALIFORNIA, iNews.id - Penemuan tak terduga mengenai di sekitar bintang mungil berjarak 31 tahun cahaya dari Bumi memberikan pemahaman baru bagi para ilmuwan. Apa penemuan baru tersebut?
Para astronom melaporkan menemukan planet mirip Jupiter, yang mereka pikir tidak akan ada, mengorbit bintang yang hanya 12 persen dari massa Matahari pada 26 September lalu. Mereka menduga mungkin ada planet gas besar lain yang bersembunyi di sistem yang tidak biasa ini.
Tim peneliti melaporkan planet gas tidak terbentuk dengan cara bertahap seperti biasa. Sebaliknya, planet muncul langsung dari gas. Lead author Juan Carlos Morales dari Institute of Space Studies of Catalonia mengatakan, planet ini mungkin hampir sebesar bintang inangnya. Setahun di sana berlangsung sekitar 200 hari.
"Sangat menarik menemukan planet ini karena sama sekali tidak terduga," tulis Dr Morales dalam e-mail, menambahkan hasilnya menunjukkan populasi baru dari planet besar juga mungkin ada di sekitar bintang bermassa rendah yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (1/10/2019).
Dr Morales dan timnya mengusulkan ketidakstabilan gravitasi dalam cakram gas dan debu bintang muda dapat menyebabkan pembentukan cepat planet-planet gas besar, bahkan saat bintang induknya sendiri sangat kecil.
"Temuan ini meminta kami untuk meninjau model kami," kata penulis paper Hubert Klahr dari Max Planck Institute for Astronomy di Jerman.
Lebih dari 4.000 exoplanet telah terdeteksi di luar sistem bintang kita, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Menurut astronom Yale University Greg Laughlin, dengan sendirinya deteksi exoplanet baru tidak penting lagi. Namun, dia menambahkan, satu yang menantang teori pembentukan planet saat ini dapat menggerakkan para astronom.
"Ini mengasyikkan karena kita telah lama bertanya-tanya apakah planet-planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus dapat terbentuk di sekitar bintang-bintang kecil seperti itu," kata ahli astrofisika Peter Wheatley.
Planet ini, yang setidaknya setengah massa Jupiter, mengorbit bintang kerdil merah kecil yang dijuluki peneliti GJ3512. Para ilmuwan tidak dapat mengukur dimensi tepat planet itu, tapi model mengindikasikkan ukurannya mungkin sebanding dengan Jupiter.
Dari Calar Alto Observatory di Spanyol selatan, para peneliti berulang kali mempelajari gerakan goyangan bintang yang memungkiri keberadaan planet yang bergerak di sepanjang orbitnya yang miring. Pendekatan ini berbeda dengan metode berbasis transit tradisional, di mana exoplanet terlihat saat mereka lewat di depan inang mereka dan menyebabkan cahaya redup untuk sementara waktu.
Bintang itu sangat redup sehingga hampir tidak termasuk dalam survei kelompok. Namun, para ahli membutuhkan lebih banyak bintang kecil untuk pengambilan sampel dan karenanya menambahkan beberapa pada menit terakhir.
"Kami beruntung melakukannya karena kalau tidak kami tidak akan pernah membuat penemuan ini," ujar direktur lembaga studi luar angkasa Catalonia Ignasi Ribas.
Dengan studi awal mereka yang lengkap, Dr Morales dan rekannya terus mencari planet kedua dalam sistem bintang kerdil ini. Bahkan mungkin ada planet ketiga, satu dikeluarkan dari sistem sejak lama.
Editor: Dini Listiyani