Bagaimana Proses Terjadinya Hari Tanpa Bayangan? Berikut Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id - Bagaimana proses terjadinya hari tanpa bayangan akan diulas pada artikel kali ini. Hari tanpa bayangan matahari merupakan fenomena alam yang terjadi di mana matahari berada pada posisi 90 derajat saat melintasi beberapa wilayah di bumi.
Pada posisi tersebut, tidak ada bayangan yang terbentuk dari benda tegak tak berongga saat tengah hari. Di Indonesia, fenomena unik ini terjadi dua kali dalam setahun.
Fenomena hari tanpa bayangan berkaitan dengan gerak semu tahunan matahari. Gerak semu akan membuat matahari seolah bergerak ke arah utara dan selatan bumi setiap tahunnya.
Gerak semu matahari terjadi karena titik rotasi bumi berada posisi tidak tegak lurus terhadap matahari, sehingga ketika bumi mengelilingi matahari, akan tampak matahari yang bergerak dari utara dan selatan bumi.
Melansir lapan.go.id, hari tanpa bayangan atau dalam istilah astronomi disebut kulminasi, terjadi karena perspektif cahaya akibat Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan berada pada bujur yang sama. Oleh karena itu, matahari berdiri tepat di atas kepala dan akan jatuh tepat di bawah benda yang terkena sinarnya.