Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas 3 Astronaut China yang Terdampar di Luar Angkasa Terungkap!
Advertisement . Scroll to see content

Berwarna Merah, Objek Berbentuk Manusia Salju di Luar Angkasa Mengandung Gula 

Selasa, 11 Juni 2024 - 06:03:00 WIB
Berwarna Merah, Objek Berbentuk Manusia Salju di Luar Angkasa Mengandung Gula 
Objek Berbentuk Manusia Salju di Luar Angkasa Mengandung Gula  (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pesawat luar angkasa New Horizons NASA mengirimkan gambar objek terjauh melalui radio ke Bumi. Objek itu berbentuk manusia salju bernama Arrokoth.

Gambar yang dikirimkan mengungkapkan, permukaan struktur dua lobus selebar 21 mil berwarna merah. Warna ini membuat para ilmuwan kebingungan.

Pada awalnya, para ilmuwan mengusulkan warna berbeda itu dari radiasi angin Matahari dan sinar kosmik galaksi yang secara rutin membombardir permukaan Arrokoth. Ini mengubah es primitif seperti metanol menjadi molekul organik yang mengeluarkan warna ultra-merah. 

Sekarang, para ilmuwan mempunyai beberapa jawaban lain. Eksperimen laboratorium yang meniru paparan radiasi luar angkasa, mirip dengan pengalaman permukaan Arrokoth menemukan, permukaan yang kaya gula dapat menjelaskan warna merah berbeda dari objek itu. 

Untuk mencapai kesimpulan ini, para ilmuwan yang dipimpin Chaojiang Zhang dari Universitas Hawaii memaparkan spesimen beku metanol dan karbon monoksida ke elektron berenergi tinggi, berfungsi sebagai proksi inar kosmik galaksi yang menghujani Arrokoth.

Radiasi yang disimulasikan memicu serangkaian reaksi kimia di dalam es, mengarah pada pembentukan sekelompok molekul kaya karbon yang dikenal sebagai hidrokarbon aromatik polisiklik, atau PAH, yang umum ditemukan di alam semesta. 

Menariknya, teknik spektroskopi mengungkapkan es yang mengandung radiasi juga menghasilkan glukosa, gula utama dalam darah dan sumber energi utama tubuh Anda. Para ilmuwan juga mendeteksi semua senyawa yang dihasilkan dari percobaan ini, yaitu gula yang ditemukan dalam buah-buahan dan kacang-kacangan, serta gliserol, yang biasa digunakan sebagai humektan dalam sabun.

Laporan para ilmuwan juga menuturkan, jika dilihat dari luar angkasa, PAH, glukosa, dan gula lainnya akan tampak berwarna merah. Dunia gula di Sabuk Kuiper seperti Arrokoth mungkin telah berdampak pada Bumi pada awal sejarahnya dan mengangkut molekul prebiotik serta air ke planet Bumi, menyediakan bahan baku bagi biomolekul yang sangat penting bagi munculnya kehidupan.

Dikutip dari Space, sebuah makalah tentang temuan ini diterbitkan pada April di jurnal Proceedings of the National Academy of Science.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut