Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kesurupan Bisa Menular? Begini Penjelasan Ilmiah Guru Besar UI
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Hanya Gangguan Makhluk Halus, Ini 5 Faktor Penyebab Kesurupan Menurut Sains

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:33:00 WIB
Bukan Hanya Gangguan Makhluk Halus, Ini 5 Faktor Penyebab Kesurupan Menurut Sains
Kesurupan masih sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus, terutama jika terjadi secara massal di sekolah, pabrik, atau pesantren. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idKesurupan masih sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus, terutama jika terjadi secara massal di sekolah, pabrik, atau pesantren. Namun, di balik fenomena tersebut, sains memiliki penjelasan yang menunjukkan bahwa kesurupan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.

Guru Besar MIPA Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys, menjelaskan bahwa fenomena kesurupan tidak bisa langsung disimpulkan sebagai Bukangangguan gaib ataupun gangguan jiwa semata. Menurut dia, pendekatan ilmiah dan spiritual justru dapat berjalan berdampingan untuk memahami fenomena tersebut.

Berikut lima faktor penyebab kesurupan menurut penjelasan sains.

1. Dissociative Trance Disorder

Dalam psikologi modern, kesurupan dikenal sebagai Dissociative Trance Disorder. Kondisi ini ditandai dengan perubahan kesadaran, hilangnya kontrol terhadap perilaku untuk sementara, hingga amnesia sesaat setelah seseorang kembali sadar.

2. Tekanan Psikologis Berkepanjangan

Prof. Zulys mengatakan, kesurupan patologis umumnya dialami oleh seseorang yang mengalami tekanan psikologis dalam waktu lama. Konflik batin, kecemasan, hingga stres yang terus menumpuk dapat memicu terjadinya disosiasi.

«"Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami kesurupan patologis umumnya memiliki tekanan psikologis yang lama, konflik batin, kecemasan, serta mekanisme pertahanan diri yang akhirnya meledak dalam bentuk disosiasi," jelas Prof. Zulys, dikutip Jumat (10/7/2026).

3. Penularan Emosi atau Social Contagion

Kesurupan massal sering terjadi karena adanya fenomena social contagion atau penularan sosial. Saat satu orang mengalami kepanikan atau histeria, orang lain dalam kelompok yang sama dapat ikut terpengaruh karena otak menjadi lebih sugestif.

«"Ketika satu orang panik, orang lain ikut panik. Ketika satu orang histeris, otak kelompok menjadi sangat sugestif. Itulah sebabnya banyak kasus terjadi di sekolah atau pabrik yang anggotanya memiliki tekanan dan lingkungan yang sama," katanya.»

4. Lingkungan dengan Tekanan yang Sama

Sekolah, pabrik, hingga pesantren menjadi lokasi yang cukup sering terjadi kesurupan massal. Menurut Prof. Zulys, lingkungan tersebut umumnya dihuni oleh kelompok yang menghadapi tekanan, rutinitas, maupun beban psikologis yang relatif serupa sehingga lebih mudah memunculkan reaksi kolektif.

5. Sugesti yang Kuat

Selain tekanan psikologis, sugesti juga berperan besar dalam memicu kesurupan. Ketika seseorang menyaksikan orang lain mengalami histeria, rasa takut dan kecemasan dapat memengaruhi respons otak sehingga memicu reaksi serupa.

Meski demikian, Prof. Zulys menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, keberadaan jin merupakan realitas yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Namun, hal tersebut bukan berarti setiap kasus kesurupan harus langsung dikaitkan dengan gangguan makhluk halus tanpa terlebih dahulu melakukan ikhtiar medis maupun psikologis.

Menurut dia, ilmu pengetahuan dan agama tidak perlu dipertentangkan. Ikhtiar ilmiah melalui pemeriksaan medis dan psikologis dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual, seperti rukyah dan membaca ayat suci Al-Qur'an.

"Jadi, antara ikhtiar ilmiah dan ikhtiar spiritual tidak perlu dipertentangkan, justru saling melengkapi. Kalau semua kesurupan langsung dibilang jin, kita berhenti belajar. Kalau semua dibilang gangguan jiwa, kita juga berhenti memahami agama. Orang berilmu tidak memilih salah satu, ia mencari seluruh penjelasan yang ada," katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut