Cecak Spesies Baru Ditemukan di Hutan Jawa, Namanya Cyrtodactylus Merubetiriensis
JAKARTA, iNews.id - Peneliti menemukan spesies barucecak jari lengkung dari genus Cyrtodactylus di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama Cyrtodactylus merubetiriensis dan menjadi tambahan penting bagi daftar keanekaragaman hayati Pulau Jawa.
Penemuan ini merupakan hasil penelitian tim Balai Taman Nasional Meru Betiri bersama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta sejumlah peneliti lainnya. Riset lapangan dilakukan pada Oktober hingga November 2025.
Hasil penelitian kemudian dipublikasikan dalam jurnal internasional Zootaxa Volume 5884 edisi 25 September 2026.

Cyrtodactylus merubetiriensis merupakan cecak berukuran sedang. Berdasarkan hasil pengukuran, panjang tubuh atau snout-vent length (SVL) jantan dewasa dapat mencapai 73,1 milimeter, sedangkan betina mencapai 71,6 milimeter.
Spesies ini ditemukan pada kawasan hutan Taman Nasional Meru Betiri dengan rentang ketinggian sekitar 20 hingga 680 meter di atas permukaan laut.
Sebelum ditetapkan sebagai spesies tersendiri, cecak tersebut sempat diidentifikasi sebagai Cyrtodactylus marmoratus. Namun, penelitian lebih lanjut menggunakan pendekatan morfologi dan analisis DNA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan kerabatnya.
Salah satu indikatornya terlihat dari jarak genetik. Analisis terhadap gen mitokondria ND2 menunjukkan Cyrtodactylus merubetiriensis memiliki divergensi genetik sekitar 11,6 hingga 14,6 persen dari sejumlah kerabat Cyrtodactylus yang diketahui terdapat di Jawa.
Perbedaan tersebut kemudian diperkuat oleh karakter morfologi yang diamati oleh para peneliti. Kombinasi karakter fisik dan data molekuler menjadi dasar dalam penetapan cecak tersebut sebagai spesies baru.
Nama merubetiriensis merujuk pada lokasi ditemukannya spesies tersebut, yakni kawasan Taman Nasional Meru Betiri.
Penemuan ini juga menambah daftar spesies Cyrtodactylus yang diketahui terdapat di Pulau Jawa. Keberadaan spesies baru tersebut menunjukkan bahwa kawasan hutan Jawa masih menyimpan keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya terungkap.
Dalam publikasi ilmiahnya, para peneliti menyoroti adanya potensi "keanekaragaman tersembunyi" atau hidden diversity di kawasan tersebut. Artinya, masih terdapat kemungkinan ditemukannya organisme yang selama ini belum dikenali atau dibedakan secara ilmiah dari spesies yang sudah diketahui.
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri sendiri menjadi salah satu wilayah penting untuk penelitian keanekaragaman hayati. Kondisi hutan yang masih menyediakan beragam habitat memungkinkan para peneliti terus menemukan dan mengidentifikasi fauna yang sebelumnya belum tercatat sebagai spesies tersendiri.
Penemuan Cyrtodactylus merubetiriensis sekaligus memperlihatkan pentingnya kombinasi penelitian lapangan, kajian morfologi, dan analisis DNA dalam mengungkap kekayaan fauna Indonesia.
Spesies baru tersebut kini menambah catatan ilmiah mengenai keanekaragaman cecak jari lengkung di Jawa sekaligus memperkuat pentingnya eksplorasi dan penelitian berkelanjutan di kawasan hutan Pulau Jawa.
Editor: Muhammad Sukardi