China Kembangkan Kursi Roda Dapat Dikendalikan Melalui Sinyal Otak
“Tujuan awal kami mengembangkan teknologi ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya,” ujar Xie Yuyang, dalam keterangan pers Kamis (1/10/2026).
Bagaimana cara kerja dari teknologi ini? AiMOGA BCI menggunakan sistem perekaman sinyal EEG yang bersifat non-invasif dengan delapan kanal. Setelah mengenakan perangkat EEG, pengguna memusatkan perhatian pada berbagai perintah arah yang ditampilkan melalui layar.
"Sistem kemudian mengenali sinyal EEG yang sesuai dan menerjemahkannya menjadi perintah maju, mundur, kiri, kanan, dan berhenti," kata Xie Yuyang.
Menurut AiMOGA, sistem tersebut memiliki tingkat akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen, dengan waktu latensi pengenalan kurang dari 3 detik. Penggunaan sinyal EEG memberikan pilihan kendali bagi orang yang memiliki keterbatasan gerak pada tangan atau anggota tubuh, tetapi tetap sadar dan mampu memahami instruksi.
“Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan,” ujar Xie.