Dampak Tabrakan Roket Bekas di Bulan, NASA Temukan Dua Kawah

Dini Listiyani · Selasa, 28 Juni 2022 - 15:06:00 WIB
Dampak Tabrakan Roket Bekas di Bulan, NASA Temukan Dua Kawah
Dampak Tabrakan Roket Bekas di Bulan (Foto: NASA)

JAKARTA, iNews.id - Ada fitur geografis di Bulan berkan badan roket bekas yang menabrak permukaan satelit alami Bumi pada Maret. Tabrakan itu terjadi di sisi jauh Bulan di luar pandangan teleskop mana pun di Bumi atau luar angkasa pada saat itu. 

Tapi NASA menugaskan Lunar Reconnaissance Orbiter untuk mencitrakan lokasi kecelakaan, dan sekarang foto-foto itu akhirnya tiba. Menurut NASA, anehnya kawah itu sebenarnya dua kawah, kawah timur 18 meter ditumpangkan di kawah barat (diameter 16 meter, sekitar 17,5 yard).

Tabrakan itu diprediksi sebelumnya oleh astronom amatir veteran Bill Gray, meskipun dia awalnya keliru mengidentifikasi sampah antariksa itu sebagai roket SpaceX. Kemudian dia mengoreksi dirinya sendiri, menunjukkan bukti itu sebenarnya adalah pendorong China dari misi bulan Chang'e 5-T1 2014. 

Di antara bukti yang dia kutip adalah konfirmasi dari tim peneliti di University of Arizona. Namun, pemerintah China mengatakan Gray dan yang lainnya salah. Gray berpendapat China mencampuradukkan misinya.

"Objek tersebut secara meyakinkan diidentifikasi sebagai booster Chang'e 5-T1," tulis Gray di blognya setelah gambar LRO dirilis.

Pernyataan NASA pada hari Jumat menolak untuk berspekulasi tentang asal-usul roket yang sekarang dilenyapkan. "Karena asal usul badan roket masih belum pasti, sifat ganda kawah dapat menunjukkan identitasnya," lanjutnya.

Badan antariksa mengatakan kawah ganda itu aneh, mencatat tidak ada kawah tumbukan dari roket era Apollo tua yang meninggalkan bekas seperti itu. Kawah ganda tidak terduga dan mungkin menunjukkan badan roket memiliki massa besar di setiap ujungnya.

Ini akan sangat aneh, karena kebanyakan roket terdiri dari mesin di bagian bawah dan tangki bahan bakar di atasnya yang kemungkinan akan kosong dalam kasus ini. Seorang juru bicara NASA mengatakan kepada melalui email, "objek ini bukan dari misi NASA" dan merujuk saya ke penelitian Universitas Arizona yang disebutkan di atas, yang "kemungkinan besar telah mengidentifikasi asal usul objek ini."

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda