Data Cassini Ungkap Fakta Terbaru Cincin Saturnus
CALIFORNIA, iNews.id - Misi pesawat luar angkasa NASA Cassini untuk memantau Saturnus memang sudah berakhir. Tapi, data mengenai planet yang diamatinya masih digunakan.
Dengan memanfaatkan data Cassini, para ilmuwan terus menerbitkan studi baru mengenai Saturnus. Di antara studi itu, yang terbaru mengungkapkan informasi mengenai cincin Saturnus yang memiliki fitur aneh dan unik.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 13 Juni, empat instrumen pada pesawat luar angkasa Cassini mengambil pengamatan terdekat dengan cincin utama Saturnus. Hasil dari studi itu dirinci dalam sebuah paper mengungkap fitur terpahat dalam cincin yang dihasilkan dari massa yang tertanam.
NASA menyebut pahatan itu sebagai 'fine details,' yang menampilkan tekstur dan pola berbeda mulai dari jerami hingga gumpalan. Struktur menjadi lebih jelas saat Cassini semakin dekat ke cincin.
Cassini pada akhirnya mengungkapkan sesuatu yang tampak seperti lempengan datar yang sebenarnya bergigi dan diisi celah dan fitur menarik lainnya. Dalam kasus tertentu, perubahan disebabkan oleh Bulan Saturnus saat mereka berinteraksi dengan cincin.

(Foto: NASA)
"Ini rincian baru mengenai bagaimana Bulan memahat cincin dengan berbagai cara memberikan jendela ke dalam pembentukan tata surya, di mana Anda juga memiliki disk yang berkembang di bawah pengaruh massa yang tertanam di dalamnya," kata ilmuwan Cassini Matt Tiscareno yang dikutip Slash Gears, Minggu (16/6/2019).
Para peneliti mencatat tiga tekstur berbeda yang diungkapkan oleh gambar terdekat yakni halus, bergaris-garis, dan rumpun. Teka-teki itu menjadi lebih menarik saat manusia semakin dekat pada cincin.
"Kami baru saja memasuki fase berikutnya yakni membangun model evolusi cincin baru yang terperinci, termasuk temuan baru dari data Cassini bahwa cincin itu jauh lebih muda dibandingkan Saturnus," ujar Jeff Cuzzi dari NASA.
Editor: Dini Listiyani